Home Visit PDBK saat Pandemi

  Senin, 02 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Home Visit PDBK saat Pandemi

AYOSURABAYA.COM--Seperti kita tahu bahwa layanan pendidikan inklusi saat ini menjadi layanan pendidikan yang telah dicanangkan oleh Pemerintah di berbagai daerah seluruh wilayah di Indonesia.

Di kota Sidoarjo sendiri telah dicanangkan sebagai kota inklusi sejak tahun 2013. Dalam pencanangan Sidoarjo kota inklusi setiap sekolah yang ditunjuk/siap wajib untuk menerima berbagai kondisi siswa dengan keanekaragaman yang ada seperti salah satunya adalah anak berkebuhan khusus harus tetap diterima dan dilayani dengan baik.

Apapun keadaannya, hak pendidikan untuk Peserta Didik Berkebutuhan Khusus (PDBK) ini harus diberikan. Tak terkecuali masa pandemi seperti saat ini, pendidikan untuk PDBK juga diperhatikan. 

Perjuangan guru demi memenuhi hak belajar anak didiknya selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) sangat luar biasa. Terutama guru pendamping khusus siswa inklusi, seperti yang dilakukan Dra. Amie Sumarni, guru SMA Negeri 4 Sidoarjo. Harus ikhlas dan rela hati melakukan kunjungan rumah PDBK ditengah ancaman pandemi. “Mereka itu (siswa inklusi) unik dan layak mendapat hak belajar yang sama seperti siswa lainnya,” ujar Amie. 

Dan dimasa pandemi seperti ini merekapun tak luput harus belajar dari rumah dengan berbagai keistimewaan tentunya, adanya belajar dari jauh/daring mau tidak mau mereka harus dekat dengan teknologi lewat kemajuan digitalisasi.

“Seperti yang sudah saya ungkapkan diatas mereka adalah anak istimewa yang unik berbagai pengalaman pun kami dapatkan dari yang mudah menerima instruksi dari kami via WA untuk mengikuti daring sampai yang sulit dan harus melakukan video call dalam melaksanakan daring. Tidak hanya peserta didik yang kami berikan informasi tetapi juga orangtua mereka,” urai Amie yang juga sekaligus Sekretaris Musyawarah Guru Bimbingan Konseling (MGBK) SMA Sidoarjo.

Peran Orangtua

Adapun cara yang ditempuh agar anak istimewa dengan keunikannya dapat mengikuti belajar dari rumah (dalam mengerjakan tugas, penilaian harian/penilaian tengah semester ataupun meet) adalah dengan mematuhi protokol kesehatan (memakai masker, face shield, cuci tangan, membawa hand sanitizer, membawa makan dan minum sendiri, serta menjaga jarak) yang dilakukan Amie, diantaranya mengundang orangtua untuk diberikan tutorial tentang tata cara belajar di rumah bagi PDBK.

“Kadang, anak istimewa beserta orangtuanya kami undang ke sekolah bersama-sama kita berikan tutorial dan praktek langsung bagaimana melakukan daring. Juga melaksanakan kunjungan rumah dalam hal ini kami laksanakan bagi anak istimewa yang masih kesulitan dalam mengikuti belajar dari rumah. Serta kami melakukan pembimbingan dan pendampingan saat anak istimewa ini mengikuti daring dengan bapak/ibu guru mata pelajaran, terutama yang mengalami kesulitan,” kata Amie.

Dengan adanya home visit ini guru akan lebih mudah dalam membuat program pendidikan individu untuk anak berkebutuhan khusus, yaitu dengan melibatkan peran serta orang tua dalam pelaksanaannya. Home visit ini menjadi moment yang ditunggu –tunggu dalam setiap semesternya karena setiap anak yang dikunjungi oleh gurunya di rumahnya akan merasakan kebahagiaan tersendiri dan merasa diperhatikan dan ada bentuk kepedulian dari pihak sekolah.

Setiap anak berkebutuhan khusus ini memiliki bentuk kebutuhan yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Sehingga dalam memberikan layanan pendidikan inklusi pun disesuaikan dengan masing-masing kebutuhan anak. Kerjasama yang baik antara pihak sekolah dan keluarga di rumah serta kondisi lingkungan yang mau menerima dan mendukung keberadaan anak berkebutuhan khusus ini akan mendukung keberhasilan dan kesuksesan dalam penyelenggraan pendidikan inklusi, apalagi dalam kondisi pandemi saat ini.

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan penulis buku Jadi Guru BK itu Asyik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar