Zinnia, Bunga Keramat yang Disuka Kupu-Kupu

  Rabu, 04 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Zinnia, Bunga Keramat yang Disuka Kupu-Kupu.(Djoko Subinarto)

AYOSURABAYA.COM--Ditanam di mana pun, bunga yang satu ini boleh dibilang selalu tampil membawa kemeriahan berkat aneka warna yang dimilikinya. Mulai dari merah muda, kuning, oranye, putih susu, ungu, biru hingga gading. Itulah zinnia.

Sebagian orang di negara kita menyebut zinnia sebagai kembang kertas -- sebutan yang juga kerap ditujukan untuk bunga bougenvile.

Zinnia sangat digemari kupu-kupu. Pagi, siang hingga petang, kupu-kupu nyaris tak bosan mencumbunya. Maka, jika Anda ingin kupu-kupu sering singgah bermain serta menari-nari di pekarangan rumah Anda, tanamlah zinnia.

Zinnia sendiri diambil dari nama orang yang pertama kali menemukan bunga ini. Dia adalah Johan Gottfried Zinn, seorang ahli tanam-tanaman (botanis) asal Jerman. Keterpikatan Johan Gottfied Zinn terhadap bunga yang semarga dengan aster ini menuntunnya untuk melakukan budidaya-silang zinnia.

Sejumlah literatur menyebut bahwa Gottfried Zinn untuk pertama kalinya menemukan bunga ini di kawasan Amerika Selatan. Ia kemudian membawanya ke daratan Eropa di pertengahan abad ke-18. Usaha membudidayakan silang bunga ini lantas membuahkan hasil berupa lahirnya sejumlah spesies baru zinnia.

Dewasa ini, diperkirakan terdapat lebih dari 200 spesies zinnia. Meski demikian, tak lebih dari 20 spesies saja yang umumnya di tanam di taman, kebun dan pekarangan rumah di seluruh dunia.

Ditilik dari tipe bunganya, secara garis besar, zinnia, yang terbagi ke dalam tiga kelompok yakni kelompok bekelopak tunggal, berkelopak ganda dan berkelopak semiganda.

Zinnia termasuk tanaman yang cukup toleran terhadap cuaca panas. Di musim kemarau sekalipun, tanaman ini masih bisa survive dan menunjukkan kecantikan bunganya yang berwarna-warni.

Selain dibiarkan tetap berada di taman atau kebun, bunga zinnia dapat dipotong untuk dijadikan bunga hias yang ditempatkan di dalam vas sebagai penghias ruangan. Sebagai bunga potong, zinnia dapat bertahan hingga mendekati satu minggu. 

Di samping sebagai penghias ruangan, zinnia, baik yang masih kuncup maupun yang sudah mekar, berikut beberapa helai daunnya, bisa pula dijadikan pemanis tampilan pada sajian sejumlah menu makanan di meja makan.

Bunga keramat

Di masa silam, zinnia dianggap sebagai salah satu bunga keramat oleh sebagian suku Indian Amerika. Di kalangan suku Indian Pueblo, misalnya, zinnia diyakni sebagai perlambang kebijaksanaan. Oleh karena itu, ramuan bunga ini lazim diberikan kepada anak-anak Indian Pueblo, dengan harapan agar membuat mereka tumbuh dengan cerdas, pandai dan bijaksana.

Sementara itu, di sejumlah negara Barat, sekarang ini, zinnia cukup lazim dijadikan sebagai teh bunga. Cara membuatnya cukup sederhana. Kelopak zinnia dikeringkan. Setelah kering, ambil sekitar satu sendok makan atau satu sendok teh, masukkan dalam cangkir atau gelas dan diseduh dengan air mendidih. Kemudian diminum hangat-hangat.

Terkait kosmetika, beberapa sumber menyebut bunga zinnia termasuk yang dapat digunakan sebagai astringent (penyegar wajah). Manfaat astringent antara lain yaitu untuk mengecilkan penampakan pori-pori, mengencangkan kulit, menyingkirkan iritan (zat yang mengiritasi kulit), mengurangi peradangan, menangkal jerawat serta mencegah bakteri.

Djoko Subinarto

Blogger 

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar