Pertanyakan Kejelasan Dana Covid-19, Nakes Gresik Malah Diiming-imingi Janji

  Senin, 09 November 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Tenaga kesehatan (Republika.co.id)

GRESIK, AYOSURABAYA.COM -- Tenaga kesehatan (Nakes) Gresik di lingkup Pemkab terus mempertanyakan kejelasan dana Covid-19. Hal ini dilakukan karena dana nakes untuk penanganan baru sedikit terserap.

DIlansir dari Beritajatim.com, kondisi tersebut sudah ditanyakan ke Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik. Tapi, oleh instansi setempat para nakes hanya diberi janji.

“Sejak Maret 2020, banyak Puskesmas baru cair satu bulan untuk insentif. Terakhir kami tanya lagi dijanjikan awal Oktober ini. Tapi, kenyataanya sampai sekarang belum cair,” ujar salah perawat berinisial EH, Minggu (8/11/2020).

AYO BACA : Razia Kafe di Sumenep, Polisi Temukan 2 Wanita dan 6 Pria Pesta Miras

Karena persoalan tersebut, EH bersama rekan-rekannya sesama nakes wadul ke DPRD Gresik. Pasalnya, tidak hanya insentif yang belum cair. Melainkan juga dana pemakaman pasien Covid-19 yang meninggal. “Kami sepakat akan wadul ke dewan supaya ada evaluasi,” ungkapnya.

Perlu diketahui, untuk pemakaman pasien meninggal Covid-19 setiap Puskesmas mendapat dana pemakaman sekitar Rp 500 ribu. Jumlah itu dibagi untuk sejumlah nakes yang membantu prosesi pemakaman.

Terkait dengan ini, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Gresik drg Syaifuddin Ghozali mengatakan, mulai bulan ini pihaknya membuat jadwal terkait pencairan dana Covid-19. Mulai dari deadline pengiriman SPJ (surat pertanggungjawaban) hingga verifikasi. Sehingga, tidak ada lagi Puskesmas yang molor mengirimkan SPJ.

AYO BACA : Meninggal Setelah Lama Mengidap Stroke, Pagi ini Gatot Brajamusti Dimakamkan di Sukabumi

“Mulai sekarang kami sudah meminta seluruh puskesmas untuk mengirimkan SPJ sampai dengan Agustus 2020. Sedangkan tidak lebih dari lima Puskesmas dari 32 puskesmas di Gresik yang menerima insentif selama tiga bulan. Yakni April, Mei, Juni. Mayoritas puskesmas baru menerima satu bulan,” katanya.

“Kemarin sudah kami kumpulkan. Termasuk rumah sakit untuk proses pencairan yang baru ini. Terutama soal deadline pengiriman SPJ agar tidak ada yang telat. Kalau SPJ sudah ada dan sudah diverifikasi ya cair. Dananya juga ada,” sambungnya.

Berdasarkan komunikasi antara nakes dan Dinkes, pada 5 Oktober 2020, nakes bertanya langsung ke Dinkes. Oleh Dinas Kesehatan, nakes dijanjikan cair minggu kedua Oktober. Alasannya menunggu anggaran digedok.

Minggu kedua Oktober janji itu tak terealisasi. Pihak Dinkes berdalih menunggu diteken bupati. Bahkan hingga saat ini, kelanjutan dana insentif maupun dana Covid-19 yang lain belum juga ada kejelasan.

AYO BACA : Banjir dan Longsor Terus-menerus, 5 Kecamatan di Trenggalek Berstatus Darurat Bencana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar