Jadi Provinsi dengan Kasus Aktif Covid-19 Terendah ke-2, Zona Oranye Jatim Bertambah

  Senin, 09 November 2020   Rizma Riyandi
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (Pemprov Jatim)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Berdasarkan peta risiko penyebaran Covid-19 yang dirilis Satgas Covid-19 Pusat, zona oranye di wilayah Jawa Timur kembali bertambah. Jika sebelumnya zona oranye hanya 19 daerah menjadi 25 daerah.

Dilansir dari Republika.co.id, zona oranye berarti penyebaran Covid-19 di daerah setempat tergolong sedang. Bertambahnya zona oranye Covid-19 Jatim berseiring dengan penurunan zona kuning dari sebelumnya 19 daerah menjadi hanya 13 daerah.

Epidemiolog Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Airlangga (Unair) Windhu Purnomo mengatakan, sebenarnya warna oranye itu hampir sama dengan merah. Bertambahnya daerah yang menyandang status zona oranye Covid-19 mengartikan semua pihak di Jatim belum saatnya menganggap Covid-19 hampir selesai.

"Zona oranye itu sebenarnya risiko penularannya tidak jauh berbeda dengan zona merah. Hanya sedikit lebih rendah. WHO tidak mengenal oranye, hanya merah, kuning, dan hijau," ujar Windhu, Ahad (8/11).

Windhu mengatakan, perbandingan masyarakat yang terjangkit Covid-19 dengan total penduduk Jatim juga belum menunjukkan kemungkinan munculnya herd immunity (kekebalan kelompok). Ia berharap masyarakat tetap melaksanakan semua anjuran pemerintah dalam menerapkan protokol kesehatan. Sedangkan bagi Pemprov, ia menyarankan unutk meningkatkan testing dan tracing dalam upaya mengendalikan penyebaran Covid-19.

"Herd immunity itu muncul kalau 70 persen jumlah penduduk sudah terjangkit. Jatim ini yang terdeteksi baru 54 ribuan orang," kata dia.

AYO BACA : 3.001 Pasien Covid-19 di RS Lapangan Jatim Sembuh

Juru Bicara Satgas Covid-19 Jatim Makhyan Jibril mengatakan, peningkatan zona oranye Covid-19 Jatim karena adanya target baru dari Satgas Covid-19 Pusat. Baru-baru ini, Satgas Pusat menerapkan target baru penerapan tes Covid-19 dengan metode swab test PCR dalam jangka waktu pekanan.

"Target dari pusat itu 40 ribu tes PCR setiap pekan. Jatim memang belum memenuhi meskipun sudah meningkat. Rata-rata antara 25 ribu sampai 30 ribu dalam seminggu," kata Makhyan.

Tidak hanya di tingkat provinsi, target tes diterapkan per daerah di Jatim. Karena itulah, kata Jibril, sejumlah daerah yang tadinya kuning kembali berwarna oranye.

"Karena sejumlah daerah di Jatim dianggap belum memenuhi target ini. Ada sejumlah perubahan memang dalam 15 indikator penentuan peta risiko itu," kata Jibril.

Jatim Jadi Provinsi Kasus Aktif Covid-19 Terendah Ke-2

Dilansir dari Beritajatim.com, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa terus melakukan penguatan pentahelix dalam melakukan penanganan melawan Covid-19. Pasalnya, pentahelix menjadi kunci Jawa Timur bisa terus berprogres baik dalam melakukan pengendalian Covid-19.

AYO BACA : Masyarakat yang Jadi Relawan COVID-19 Sangat Besar

Terbukti, saat ini Jawa Timur telah menempati urutan kedua se-Indonesia sebagai provinsi dengan kasus aktif Covid-19 secara prosentatif terendah kedua setelah Provinsi Gorontalo. Per Minggu (8/11/2020) kemarin, persentase kasus aktif Covid-19 di Jawa Timur adalah 3,95 persen.

Tepatnya, saat ini kasus aktif Covid-19 atau masyarakat Jawa Timur yang tengah dirawat di RS karena terpapar Covid-19 ada sebanyak 2.162 dari total kumulatif kasus 54.631 per tanggal 8 November 2020 malam.

Kasus aktif Covid-19 ini diyakini Gubernur Khofifah akan terus menurun dengan upaya terus menurunkan pertambahan kasus baru, dan peningkatan kasus sembuh.

Yang saat ini tingkat kesembuhan kasus Covid-19 (case recovery rate) Jatim terus naik di angka 88,91 persen, dengan kumulatif kasus sembuh sebanyak 48.570 kasus. Angka persentase kesembuhan Covid-19 Jatim ini juga berada jauh di atas recovery rate nasional yaitu 84,14 persen.

“Suksesnya proses menangani bencana, termasuk pandemi ini adalah bencana non alam, adalah dengan pendekatan pentahelix. Bagaimana kampus, media, masyarakat, private sector dan juga pemerintah melakukan kerja sama agar semua nyekrup dalam satu langkah penanggulangan bencana,” kata Khofifah, Senin (9/11/2020) pagi.

Dalam penguatan pentahelix ini, akhir pekan lalu, Sabtu (7/11/2020) pagi, Gubernur Khofifah menyampaikan bahwa ia sempat gowes bersama para dokter, civitas akademika Fakultas Kedokteran Unair, termasuk dekan FK Unair bersama penyintas Covid-19, melakukan gowes bersama keliling Kota Surabaya dalam rangka sosialisasi memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan dengan sabun (3M) di rangkaian peringatan Dies Natalis Fakultas Kedokteran Unair yang ke-107.

Di sela-sela itu, rombongan gowes ini juga aktif membagi-bagikan masker dan hand sanitizer kepada masyarakat serta juga membagikan sembako kepada tukang becak, ojek online, PKL, petugas kebersihan dan masyarakat kurang mampu.

Bahkan, untuk lebih meningkatkan kesadaran masyarakat pentingnya protokol kesehatan memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak, mantan Menteri Sosial RI itu singgah juga singgah di M Radio di Jalan Ngagel Jaya Utara Surabaya. Melalui program Siaran Pagi, Gubernur Khofifah mengabarkan situasi dan kondisi terkini Covid-19 di Jatim.

“Perguruan tinggi, tenaga kersehatan, juga masyarakat adalah faktor penting untuk bersama-sama melawan Covid-19 dengan menjalankan masing-masing peran dan kontribusinya,” tegasnya.

AYO BACA : Pertanyakan Kejelasan Dana Covid-19, Nakes Gresik Malah Diiming-imingi Janji

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar