Imunisasi Anak di Masa AKB? Pilih Klinik yang Menerapkan Protokol Kesehatan!

  Senin, 09 November 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi imunisasi anak.(Pixabay)

AYOSURABAYA.COM--Kegiatan imunisasi bagi balita menjadi hal yang sangat wajib dilakukan. Bahkan aktivitas ini akan menjadi rutinitas bagi ibu-ibu untuk mengantar anaknya ke fasilitas kesehatan (Faskes) atau klinik bidan.

Para ahli kesehatan tetap menyarankan agar anak-anak tetap melakukan imunisasi meski pandemi sedang berlangsung. Pasalnya imunisasi sangat penting untuk menjaga kekebalan tubuh dari berbagai penyakit berbahaya selain Covid-19.

Hal inilah yang mendorong Anti (27) dan Mumuh (29) untuk tetap melakukan imunisasi pada anaknya yang baru berusia satu setengah tahun. Menurut Anti, tahap imunisasi pada anaknya tinggal dua kali lagi.

Biasanya, ia mengantar anak imunisasi ke Puskesmas yang paling dekat dari rumahnya. Namun lantaran pandemi Covid-19 masih berlangsung, Puskesmas tidak lagi menyelenggarakan kegiatan imnusisasi seperti biasa.

"Jadi ya harus cari dokter anak atau bidan untuk imunisasi," ujar Anti.

Menurutnya, imunisasi di manapun sebenarnya sama. Vaksin yang diberikan tidak memiliki perbedaan. Hanya saja biaya imunisasi di Puskesmas jauh lebih murah. Jika di Puskesmas, biaya imunisasi hanya Rp5.000 sampai Rp9.000, di Klinik Bidan bisa mencapai Rp80 ribu sampai Rp150 ribu. Sedangkan di klinik dokter anak bisa mencapai Rp1 Juta.

"Kalau saya sih, ya lebih memilih di Puskesmas karena lebih murah dan hasilnya sama saja," ujar Anti.

Namun saat ini, ia terpaksa mencari Klinik Bidan ntuk imunisasi sang anak. Setelah mencari-cari, Anti dan Mumuh pun memutuskan untuk melakukan imunisasi di Klinik Bidan yang berlokasi di Dago.

Dalam memilih Klinik Bidan, Anti memiliki berbagai pertimbangan. Di antaranya, klinik harus sudah berpengalaman dan lama, menerapkan protokol kesehatan, serta biaya imunisasi yang tidak terlalu mahal.

Benar saja pilihan Anti. Saat datang ke klinik, ia dan anaknya harus mencuci tangan lebih dulu sebelum masuk. Pihak klinik pun sudah menyediakan tempat cuci tangan di dekat pintu gerbang.

Di bagian pelayanan ada sekat dengan plastik bening untuk membatasi pegawai dengan pengunjung. Pegawai klinik pun terlihat memakai masker. Setelah melakukan pendaftaran dan menunggu, barulah anak Anti dicek suhu dan ditimbang badan terlebih dulu.

"Sudah itu anak saya langsung diimunisasi. Disuntik di bagian tangan kiri," katanya.

Anti berpendapat, imunisasi saat pandemi sebetulnya tidak ribet. Ia hanya cukup mencari klinik yang terpercaya. Adapun penerapan protokol kesehatan di klinik adalah hal yang wajib diterapkan.

"Protokol kesehatan itu wajib ya. Supaya pasien dan tenaga kesehatannya juga aman," ujar Anti.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar