Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

  Selasa, 10 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Buket Buah, Cara Warga Tambaksumur Rayakan Maulid Nabi

AYOSURABAYA.COM--Masyarakat di desa Tambaksumur Waru, Kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur melestarikan budaya leluhur ketika menjelang perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW.

Salah satu tradisi khas di desa Tambaksumur yakni buket buah. Buket buah, sebuah sajian yang biasanya terdiri dari aneka buah dan sayur mayur dirangkai dalam suatu tempat, kalau dulu di temple di batang pohon pisang. Sebuah rangkaian pohon pisang atau benda lainnya yang dihiasi sayur mayur dan buah-buahan.

Buah-buahan dan sayur mayur menjadi primadona saat datangnya bulan Maulid. Tidak terkecuali juga di daerah Sidoarjo ini. Guna menyambut perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini, pengurus Mushallah Kyai Hadi Tambaksumur menyediakan ratusan buah dan sayur yang akan dijadikan buket.

Ada yang beda dalam perayaan Maulid Nabi tahun ini, biasanya buket buah ini disusun dipohon pisang tapi kali ini pihak pengurus menyusunnya di pilar teras Mushallah yang berjumlah empat pilar. Satu pilar dihiasi susunan ratusan buah dan sayur sedemikian rupa sehingga terlihat seperti mozaik dinding.

Buket buah ini menjadi sangat menarik karena beberapa tahun belakangan, setiap perayaan Maulid Nabi, buket buah tidak ada. Adanya hanya aneka makanan ringan dan peralatan rumah tangga yang digantung diatas tenda tempat perayaan Maulid Nabi.

Pengurus Mushallah Kyai Hadi dalam perayaan Maulid Nabi, Sabtu (7/11) membangkitkan lagi tradisi leluhur desa dengan menghadirkan buket buah. Keaneka ragaman buah dan sayur dalam buket ini menunjukkan tingkat kemakmuran warga desa Tambaksumur sebagai rahmad dari Allah Tuhan Semesta Alam.

Selain buket buah sayur, pengurus Mushallah juga menyediakan aneka makanan ringan serta aneka kebutuhan rumah tangga, anyaman kipas, pembersih, gayung, tepat minum dan aneka benda lainnya digantung diatas langit-langit tenda. Setelah pembacaan sholawat Nabi, jamaah yang hadir bisa mengambil sayur buah serta peralatan rumah tangga tadi.

Buket buah dalam perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW ini merupakan salah satu bentuk kearifan lokal yang bila dikelola dengan baik bisa menjadi obyek wisata religi tersendiri. Bagaimana menurut Anda?

Yupiter Sulifan, Guru BK SMA Negeri 1 Taman Sidoarjo dan penulis buku Guru BK itu Asyik.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar