Bukannya Belajar di Rumah, Pelajar SMA di Nganjuk Malah Nyambi Jualan Sabu

  Rabu, 11 November 2020   Rizma Riyandi
Bukannya belajar di rumah, seorang siswa SMA di Nganjuk malah jualan sabu (Suara.com/Usman Hadi)

NGANJUK, AYOSURABAYA.COM -- Pelajar kelas XII dari salah satu Sekolah Menengah Atas (SMA) di Kabupaten Nganjuk harus mendekam di jeruji besi. Ia terpaksa dibui gara-gara nyambi jualan sabu-sabu.

Dilansir dari Suara.com, pelajar tersebut berinisial RS (19), warga Kecamatan/Kabupaten Nganjuk. Selain RS, polisi juga menciduk GA (38) warga Desa Jambi Kecamatan Wilangan dan PF (21) warga Desa Gedangklutuk Kecamatan Sawahan, Nganjuk.

“(Pelajar) RS ditangkap di pinggir jalan depan Stasiun Nganjuk pada Senin kemarin jam 18.30 WIB,” kata Kasubbag Humas Polres Nganjuk, Iptu Rony Yunimantara, kepada wartawan di Kabupaten Nganjuk, Rabu (11/11/2020).

AYO BACA : Walikota: Pembangunan Malang Heritage Ditargetkan Selesai dalam Sebulan

Saat digeledah, polisi berhasil mendapatkan sejumlah barang bukti dari tangan RS. Di antaranya plastik klip berisi serbuk kristal putih yang diduga sabu-sabu 0,38 gram, sebuah handphone, dan satu unit sepeda Honda Beat AG 4021 UE.

Kepada petugas, RS mengaku sabu-sabu yang dibawanya merupakan pesanan temannya. Sedangkan sabu-sabu tersebut diperolehnya dari GA. Seketika itu Tim Opsnal Satresnarkoba langsung menjemput GA di kediamannya.

“Saat itu (GA) sedang duduk di teras rumahnya,” tutur Rony.

AYO BACA : Poster Machfud-Mujiaman di Bangunan Cagar Budaya, Masalah Tidak ya?

Keterangan RS ke aparat terbukti, dari tangan GA polisi berhasil menyita seperangkat alat hisab sabu-sabu, sebuah pipet kaca yang ada sisa sabu-sabu, sebuah korek api gas, sebuah sekop plastik, dan sebuah handphone merk Oppo.

Berdasarkan pengakuan GA, narkotika jenis sabu-sabu itu didapat dari koleganya yakni PF. Nah, setelahnya polisi menjebak PF dengan cara menelepon yang bersangkutan. Benar saja, PF datang ke sebuah tempat yang telah disebutkan.

“Lalu dilakukan penangkapan terhadap PF, dan saat dilakukan penggeledahan didapati barang bukti berupa uang tunai Rp 750 ribu yang disimpan di saku celana depan sebelah kanan, dan sebuah handphone Vivo,” ungkap Rony.

Sementara GA mengaku barang haram itu diperolehnya dari SA, warga Kecamatan Sawahan yang kini masih berstatus DPO. Adapun kini RS, GA dan PF telah ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan di Mapolres Nganjuk.

AYO BACA : Gatot Nurmantyo Tak Hadiri Pemberian Bintang Mahaputera, Ada Apa?

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar