Dokter dan Bidan di Video Mesum Jember Bisa Dipecat dari PNS

  Jumat, 13 November 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Video porno (facebook)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM -- Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Jember, Jawa Timur (Jatim), memeriksa dokter laki-laki dan bidan perempuan terduga aktor dalam video porno. Jika terbukti, akan dilakukan pemeriksaan lanjutan oleh Inspektorat Kabupaten Jember.

“Sampai hari ini saya belum menerima berkasnya. Coba cek di Dinas Kesehatan. Informasi sudah, tapi belum formal. Masih lisan,” kata Inspektur Kabupaten Jember Joko Santoso, dilansir dari Beritajatim.com, Kamis (12/11/2020).

Joko mengatakan, dua orang yang berstatus pegawai negeri sipil ini bisa dijatuhi sanksi berat jika terbukti.

AYO BACA : Bio Farma Produksi Vaksin Covid-19

“Ancamannya disiplin berat. Banyak yang dilanggar. Nanti kami akan lihat dulu. Sanksi berat paling ringan adalah penurunan pangkat satu tingkat selama tiga tahun. (Sanksi lainnya adalah) pembebastugasan dan diberhentikan dari PNS,” katanya.

“Berhenti ada dua: diberhentikan dengan hormat atau diberhentikan dengan tidak hormat. Dilihat kadar kesalahannya kalau terbukti,” kata Joko.

Selama proses pemeriksaan, Dinas Kesehatan Jember sudah menarik oknum dokter dari tempat tugas ke kantor dinas. Sementara untuk oknum bidan dipekerjakan di salah satu puskesmas di luar Kecamatan Tempurejo.

AYO BACA : Antisipasi Rob Susulan di Pesisir Timur, Pemkot Surabaya Siagakan 8 Pos Pantau

“Ini untuk mempermudah pemeriksaan,” kata Joko.

Ada tiga video porno yang beredar, masing-masing berdurasi 21 detik, 35 detik, dan 48 detik. Video berdurasi 21 detik dan 48 detik menayangkan adegan suami-istri antara dokter dan bidan.

Namun hanya wajah sang bidan yang terlihat. Sementara untuk video berdurasi 35 detik, hanya adegan sang bidan yang mengenakan kembali celananya.

Video itu tersebar di dunia maya sejak beberapa hari belakangan. Pendik, Sekretaris Desa Curahnongko, Kecamatan Tempurejo, mengatakan, oknum dokter yang terlibat adegan panas di video itu selama ini terlihat berpenampilan relijius.

Sementara si bidan sudah bersuami. “Mulai kejadian itu, dokter dan bidannya sudah tidak ada sejak hari Minggu,” katanya, Rabu (11/11/2020).

AYO BACA : Bersihkan Puing-puing Banjir Rob, Polisi: Masyarakat Surabaya Harus Waspada Bencana

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar