Dokter dan Bidan Pelaku Video Syur di Jember Bakal Terima Sanksi Berlapis

  Sabtu, 14 November 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Video porno (facebook)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM -- Viralnya video mesum yang melibatkan kepala Puskesmas Curahnongko dokter AM dengan Bidan AY berbuntut sanksi berlapis yang akan diterima keduanya. Selain itu mereka juga akan melalui proses hukum pidana.

Dilansir dari Suara.com, khusus kepada dr AM, selain terancam proses pidana dan juga ancaman terkait status ASN, ada sanksi lain dari organisasi profesi Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menanti jika dokter umum tersebut terbukti melakukan pelanggaran asusila.

Saat ini IDI Jember sedang melakukan pengumpulan data-data yang terkait masalah ini.

AYO BACA : iPhone 12 Segera Masuk ke Indonesia, Ini Daftar Harganya

“Kita sudah dapat kabar itu, dari berita-berita yang berkembang. Kita akan lakukan rapat dulu untuk mempersiapkan proses klarifikasi kepada yang bersangkutan,” ujar Ketua IDI Jember dr Alfi Yudisianto pada Jumat (13/11/2020).

Klarifikasi tersebut akan dilakukan IDI dalam waktu dekat dengan bertanya langsung kepada dr AM terkait dugaan pelanggaran kode etik profesi.

Karena, setiap dokter akan selalu terikat dengan aturan dan norma profesi. Jika terbukti melanggar, akan ada sanksi sesuai dengan bobot pelanggarannya. Namun, Alfi belum memastikan waktu pemanggilannya.

AYO BACA : Rombongan Kunker Fraksi PDIP DPRD Kab Malang Kecelakaan

“Belum tahu kapan, karena sepertinya juga ada proses di Pemkab terkait statusnya sebagai ASN,” lanjut Alfi.

Dikonfirmasi terpisah, Kepala Inspektorat Pemkab Jember Joko Santoso membenarkan akan memeriksa dr AM bersama lawan mainnya dalam video mesum yang diduga adalah Bidan AY.

Sebab, keduanya sama-sama berstatus sebagai ASN. Proses internal sementara ini berjalan di Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember.

“Kemarin pemeriksaan di Dinkes, dan hari ini lanjut proses di Inspektorat,” tutur Joko.

Sebagai langkah awal, kedua orang ASN tersebut sudah ditarik dari tempat tugasnya semula. Sebelumnya, mereka berdua sama-sama berdinas di Puskesmas Curahnongko.

“Kita tarik dulu mereka berdua, agar tidak bisa bertemu,” katanya.

AYO BACA : MUI Minta Pembahasan RUU Miras Tidak Menuruti Keinginan Pedagang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar