Kondang sebagai Sumber Antioksidan dan Penyerap Gas Beracun

  Minggu, 15 November 2020   Adi Ginanjar Maulana
Kondang sebagai Sumber Antioksidan dan Penyerap Gas Beracun

AYOSURABAYA.COM--Ada banyak nama tempat -- entah itu kampung, desa, kelurahan maupun destinasi wisata -- di Jawa Barat yang melibatkan kata ‘kondang’. Ambil contoh, Cikondang, Parakan Kondang serta Leuwi Kondang.

Kondang (Ficus variegata) sendiri adalah sejenis pohon, yang sekarang ini kian jarang kita temukan, terutama di daerah perkotaan. Bahkan mungkin banyak anak zaman now yang belum pernah sama sekali melihat pohon kondang.

Kondang memiliki banyak manfaat. Pohon ini perlu dibudidayakan. Selain untuk menjaga keanekaragaman hayati di negeri ini, juga untuk meningkatkan kualitas lingkungan.

Tinggi pohon kondang bisa mencapai 7 hingga 12 meter. Daunnya besar, berbentuk hati, dengan tangkai daun agak panjang. Daun kondang biasanya memiliki 4-9 pasang urat samping. 

Tangkai daun memiliki panjang sekitar 2 sentimeter dan panjang daun dapat mencapai 14 sentimeter. Daun muda bergerigi dengan jelas. Adapun daun tua memiliki tepi bergelombang. 

Menurut laman plantsoftheworldonline, kondang merupakan tanaman asli (native) bagi kepulauan Andaman, Assam, Bangladesh, Kepulauan Bismark, Borneo, China (bagian tengah dan tenggara), Filipina, Hainan, India, Jawa, Kamboja, Laos, kepulauan Sunda Kecil, Malaysia, Maluku, Myanmar, kepulauan Nansei, New Guinea, kepulauan Nicobar, Queensland, Kepulauan Solomon, Sulawesi, Sumatera, Taiwan, Thailand dan Vietnam.

Kondang dikategorikan sebagai jenis pohon tumbuh cepat (fast growing tree species). Selain itu, ia mempunyai kemampuan tumbuh setelah patah. Pohon ini dapat tumbuh pada tanah yang tidak memiliki tingkat kesuburan tinggi dan mulai berbunga serta berbuah pada umur 2-3 tahun (Riskan Effendi & Nina Mindawati, 2015).

Buah kondang berbentuk bulat dengan permukaan halus atau mirip buah pir tanpa tonjolan longitudinal. Biasanya berkelompok pada tandan dengan panjang tangkai hingga 6 sentimeter. Buah muda berwarna hijau. Saat matang, warna buah berubah menjadi kuning atau merah. Namun, ada juga jenis lain, yaitu yang berwarna merah saat muda dan kemudian menjadi kehijauan saat matang.

Berperan penting

Pohon kondang berinteraksi dengan banyak hewan. Bisa dibilang kondang merupakan tanaman yang berperan penting dalam upaya peningkatan konservasi lingkungan maupun produktivitas hutan. 

Mengutip hasil kajian Sreekar et al (2010) dan Shanahan et al (2001), Agus Astho Pramono dan Evayusvita Rustam (2015) menulis bahwa kondang termasuk tanaman yang paling penting bagi kehidupan hewan tropis pemakan buah. Setidaknya ada sejumlah kecil reptil dan ikan, 1.274 spesies burung dan mamalia dalam 523 genera dan 92 famili yang menjadikan buah kondang sebagai salah satu sumber makanan mereka.

Tidak hanya itu, penelitian Seraia et al (2008) yang juga dikutip Agus Astho Pramono dan Evayusvita Rustam, menunjukkan bahwa jenis-jenis kondang juga dapat berperan untuk perbaikan lingkungan, karena kemampuannya dalam menyerap gas beracun. Oleh sebab itu, di sejumlah negara, kondang ditanam di kawasan perkotaan guna ikut mengurangi tingkat polusi udara. 

Terkait dengan keperluan medis, sejumlah sumber menyebut akar pohon kondang dapat digunakan sebagai penawar racun. Kulit kayu dan buahnya dapat digunakan sebagai obat untuk disentri. Sementara getahnya bisa dijadikan obat untuk luka luar. Buah kondang juga disebut-sebut berpotensi sebagai sumber antioksidan, antikanker, antibakteri dan pembasmi larva nyamuk Aedes aegypti.

Mengingat berbagai faedahnya, alangkah bagusnya apabila kondang dibudidayakan secara lebih intensif.

Djoko Subinarto

Blogger

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar