Pertandingan Eksibisi di Jember Rusuh, Pemain Arema Kena Pukul

  Rabu, 18 November 2020   Rizma Riyandi
Pemain Arema Kena Pukul Saat Pertandingan Eksibisi di Jember. (Beritajatim.com)

JEMBER, AYOSURABAYA.COM -- Pertandingan antar Predator FC melawan Bedadung FC, di lapangan Kelurahan Antirogo, Kecamatan Sumbersari, Kabupaten Jember, Jawa Timur, Selasa (17/11/202) sore berakhir rusuh. Bahkan seorang pemain Arema Rizky Dwi Febrianto kena pukul pada kerusuhan pertandingan eksibisi kelas kampung tersebut.

Dilansir dari Beritajatim.com, kerusuhan terjadi sekitar lima menit menjelang pertandingan usai di bawah hujan lebat. Saat itu, Predator unggul 2-0 atas Bedadung. Dua tim ini diperkuat pemain-pemain sepak bola profesional yang selama ini bermain di Liga 1 dan Liga 2.

Rizky dan kakaknya yang berstatus pemain PSM Makassar, Bayu Gatra, memperkuat Predator FC, tim dadakan yang terdiri atas pemain-pemain profesional asli Jember.

“Itu sebenarnya acaranya bertajuk latihan bersama. Saya diundang meramaikan. Saya juga tidak dapat apa-apa. Saya dibilang suruh meramaikan saja, buat menghibur masyarakat, karena lama tidak ada pertandingan,” kata Bayu kepada beritajatim.com, Rabu (18/11/2020).

AYO BACA : 2 Kecamatan di Tuban Diterjang Puting Beliung, Rumah Warga Ambruk

Bayu setuju. “Asalkan semua berjalan lancar,” katanya ke panitia.

Hujan turun deras sebelum pertandingan dimulai. Bayu meminta agar pertandingan diundur, karena kondisi lapangan tak memungkinkan dan justru bisa membahayakan keselamatan pemain.

Pertandingan baru dilanjutkan setelah Bayu meminta genangan air di lapangan dikuras. “Kami pemain profesional, di sini bukan cari kalah dan menang, tapi menghibur,” katanya.

Pertandingan pun dilanjutkan. Predator unggul 2-0. Waktu pertandingan tersisa kurang lima menit, pemain Predator Fadil melanggar salah satu pemain Bedadung. Wasit memberikan kartu kuning.

AYO BACA : Mendikbud Targetkan 1 Juta Guru Honorer Diangkat PPPK pada 2021

“Eh, tiba-tiba ada salah oknum pakai baju kuning dan pakai topi masuk ke lapangan melempar pakai botol Aqua ke arah Fadil,” kata Bayu.

Kerusuhan pun mulai terjadi. Panitia pelaksana berusaha keras mengamankan para pemain, termasuk Bayu. “Adik saya Rizky dan pemain bek kiri Taufik berjalan ke luar lapangan. Dikira tidak ada apa-apa. Tiba-tiba pemain dipukuli semua (oleh oknum penonton),” kata Bayu.

Rizky kena pukul pada bagian wajah dekat telinga. Ini membuat cemas Bayu dan kedua orang tuanya yang berada di bawah tenda.

Apalagi ada botol minuman keras yang terbuat dari kaca yang melayang ke arah pemain dari kerumunan. “Itu kalau kena kepala orang bagaimana? Jadi suporter boleh fanatik, tapi jangan bodoh,” kata Bayu.

Kerusuhan mereda setelah aparat keamanan turun tangan. Bayu dan pemain-pemain sepak bola kedua tim pun dievakuasi.

AYO BACA : Survei: Mayoritas Masyarakat Indonesia Bersedia Menerima Vaksin COVID-19

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar