BLT GURU HONORER KEMDIKBUD: Biar Cair, Buruan Download Surat SPTJM

  Jumat, 20 November 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi BLT

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Salah satu syarat untuk mencairkan dana Rp1,8 juta dari bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) guru honorer dan tenaga kependidikan (GTK) non-PNS ialah menyiapkan Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).

SPTJM ini merupakan surat bukti yang berisikan pernyataan bahwa penerima BLT atau BSU guru honorer adalah yang berpenghasilan di bawah Rp5 juta per bulan. Surat ini harus ditandatangani bermaterai Rp6 ribu oleh penerima

Dikutip dari buku saku yang dirilis Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), berikut Ayojakarta menggambarkan format SPTJM untuk mencairkan BLT atau BSU guru honorer senilai Rp1,8 juta:

SURAT PERNYATAAN TANGGUNG JAWAB MUTLAK PENERIMA BANTUAN

Yang bertanda tangan di bawah ini:

1. Nama                                 :

2. Tempat, Tanggal Lahir    :

3. Pekerjaan                          :

4. Satuan Pendidikan         :

5. Alamat Tinggal                 :

Dengan ini menyatakan dengan sesungguhnya bahwa saya telah memenuhi persyaratan seabgai berikut:

1. Warga Negara Indonesia (WNI)

2. Berstatus bukan sebagai pegawai negeri sipil (PNS)

3. Tidak menerima subsidi bantuan gaji dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) sampai 1 Oktober 2020

4. Tidak menerima Kartu Pra Kerja sampai dengan 1 Oktober 2020

5. Memiliki penghasilan di bawah Rp5.000.000,00 (lima juta rupiah) per bulan

Sehubungan dengan pernyataan tersebut, saya bertanggung jawab penuh atas penggunaan dana Bantuan yang saya terima.

Apabila di kemudian hari, terdapat:

1. Ketidakbenaran data saya sebagai penerima bantuan, maka saya bersedia mengembalikan dana bantuan; dan

2. Kerugian negara akibat dari perbuatan saya yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan maka saya bersedia mengembalikan kerugian negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Demikian surat pernyataan ini saya buat dengan sesungguhnya

…………, …… ……..202….

Materai

Rp6.000,00

.. (Nama Penerima Bantuan)

Sebelumnya, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menjelaskan, BLT atau BSU guru honorer diberikan bertahap sampai dengan akhir November 2020 dengan total anggaran Rp3,66 triliun.

“Kemendikbud selalu mengutamakan kesederhanaan kriteria dalam menyelenggarakan bantuan. Sehingga memudahkan para calon penerima untuk mendapatkan bantuan," ujar Nadiem.

Dalam mendata para pendidik dan tenaga kependidikan non-PNS yang dinilai paling terdampak pandemi untuk menerima bantuan, Kemendikbud didukung Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dan Komite Penanganan Covid-19 & Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN).

“BSU untuk membantu para ujung tombak pendidikan yang telah berjasa. Membantu pendidikan anak-anak kita," kata Nadiem.

Berikut alur pencairan BLT atau BSU guru honorer Kemendikbud:

1. Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan penerima BLT atau BSU guru honorer. Bantuan diberikan secara bertahap sampai akhir November 2020.

Sehingga guru, dosen, tenaga kependidikan honorer tidak usah khawatir dan terburu-buru tidak kebagian.

2. Pendidik dan tenaga kependdikan mengakses info GTK di situs info.gtk.kemdikbud.go.id untuk guru dan situs pddikti.kemdikbud.go.id untuk dosen.

Tujuan membuka situs untuk menemukan informasi terkait status pencairan bantuan, rekening bank masing-masing, dan lokasi cabang bank.

3. PTK menyiapkan dokumen persyaratan BSU

Selain SPTJM yang disebutkan di atas, syarat lainnya ialah berupa KTP, NPWP jika punya, Surat Keputusan penerima BLT atau BSU guru honorer yang dapat didownload dari info GTK atau PDDikti.

4. Kemudian pendidik dan tenaga kependidikan mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BLT atau BSU guru honorer.

Saat datang ke bank, pendidik dan tenaga kependidikan membawa dokumen yang dipersyaratkan. Lalu menunjukkannya ke petugas bank penyalur untuk diperiksa. Para penerima diberi waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar