BLT GURU HONORER: Ayo Aktifkan Dulu Rekening Baru Sebelum 30 Juni 2021!

  Jumat, 20 November 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi BLT guru honorer

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) senilai Rp1,8 juta untuk guru honorer dan tenaga kependidikan (GTK) non-PNS sudah mulai cair sejak Selasa, 17 November lalu.

BLT atau BSU guru honorer ini cair untuk pendidik dan tenaga pendidik di bawah Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) sebanyak 1,6 juta penerima dan Kementerian Agama (Kemenag) sebanyak 0,8 juta dan diberikan satu kali pencairan secara bertahap sampai akhir bulan ini.

Nah, untuk mencairkan dana BLT atau BSU guru honorer, penerima bantuan harus mengaktifkan rekening baru terlebih dahulu. Caranya, dengan login ke laman info.gtk.kemdikbud.go.id atau pddikti.kemdikbud.go.id untuk mengetahui apakah sudah menjadi penerima bantuan atau belum.

Setelah itu, penerima BLT atau BSU guru honorer dapat mengunduh surat keputusan penerima bantuan dan surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM). Setelah itu, surat pernyataan bisa diberi materai Rp6 ribu dan tanda tangan sebagai salah satu dokumen kelengkapan syarat penerima BLT atau BSU guru honorer.

Setelah dokumen persyaratan siap, maka langkah selanjutnya adalah menyiapkan beberapa dokumen pendukung lainnya seperti KTP, NPWP (jika memiliki) dan surat yang telah diunduh sebelumnya.

Setelah lengkap, penerima BLT atau BSU guru honorer bisa segera mendatangi kantor cabang bank penyalur terdekat untuk pemeriksaan dokumen. Jika lengkap, pencairan langsung dilakukan dengan menggunakan rekening baru.

Perlu diingat, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim membeberkan beberapa persyaratan di bawah ini agar penerima memahami BLT atau BSU guru honorer bakal cair jika memenuhi persyaratan ini:

1. Guru honorer merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang dibuktikan dengan kartu tanda kependudukan (KTP).

2. Belum menerima subsidi atau bantuan subsidi upah dari Kementerian Ketenagakerjaan demi menjamin agar bantuan yang disalurkan tidak tumpang tindih dan tepat sasaran.

3. Bukan PNS dan tidak menerima salah satu bantuan semi bansos pemerintah, yaitu Kartu Prakerja sampai dengan 1 Oktober 2020.

4. Memiliki penghasilan di bawah Rp5 juta per bulan.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar