BLT GURU HONORER: Ingat, Rp1,8 Juta Batal Cair Jika Ditemukan 2 Hal Ini

  Senin, 23 November 2020   Aini Tartinia
Ilustrasi BLT guru honorer

JAKARTA, AYOSURABAYA.COM--Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Nadiem Makarim menyatakan, bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) guru honorer senilai Rp1,8 juta mulai cari November 2020 ini melalui bank penyalur seperti BNI, BRI, BTN, dan Mandiri.

Namun, BLT atau BSU guru honorer Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) ini dapat dibatalkan pembayarannya jika ditemukan hal ini dalam proses penyaluran ke pendidik dan tenaga kependidikan (PTK) non-PNS honorer.

a. Penghasilan PTK dalam satu bulan Rp5.000.000 (lima juta rupiah) atau lebih

b. Tidak memenuhi persyaratan sesuai ketentuan

Lalu, bagaimana jika PTK yang sudah terlanjur menerima dana BLT atau BSU guru honorer dan ternyata tidak memenuhi persyaratan yang ditetapkan Kemendikbud? Nadiem menjelaskan, penerima bantuan atau ahli waris dari penerima bantuan harus melakukan pengembalian dana bantuan ke rekening kas negara dengan cara menghubungi Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik).

Nadiem menyebut, pencairan dana BLT atau BSU guru honorer ini benar-benar harus tepat sasaran kepada calon penerima yang terdaftar terlebih dahulu di data pokok pendidikan (Dapodik) dan Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).

Selanjutnya, data tersebut diverifikasi dengan data di Kemendikbud dan data penerima BLT atau BSU pekerja formal dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) agar tidak tumpang tindih dengan bantuan sosial (Bansos) lainnya.

"Inilah yang kita maksudkan tepat sasaran, artinya yang belum menerima bantuan dari pemerintah pusat," ujar Nadiem dalam kanal YouTube Kemdikbud RI.

Selain itu, calon penerima harus menandatangani surat pernyataan tanggung jawab mutlak (SPTJM) yang sebenar-benarnya. Nadiem menegaskan, PTK yang berpenghasilan Rp5 juta atau lebih tidak bisa mendapat bantuan,dan jika tidak jujur lalu bisa diambil tindakan hukum.

Adapun alur pencairan BLT atau BSU guru honorer Kemendikbud adalah sebagai berikut:

1. Kemendikbud membuatkan rekening baru untuk setiap pendidik dan tenaga kependidikan penerima BLT atau BSU guru honorer. Bantuan diberikan secara bertahap sampai akhir November 2020.

Sehingga guru, dosen, tenaga kependidikan honorer tidak usah khawatir dan terburu-buru tidak kebagian.

2. Pendidik dan tenaga kependdikan mengakses info GTK di situs info.gtk.kemdikbud.go.id untuk guru dan situs pddikti.kemdikbud.go.id untuk dosen.

Tujuan membuka situs untuk menemukan informasi terkait status pencairan bantuan, rekening bank masing-masing, dan lokasi cabang bank.

3. PTK menyiapkan dokumen persyaratan BSU

Selain SPTJM yang disebutkan di atas, syarat lainnya ialah berupa KTP, NPWP jika punya, Surat Keputusan penerima BLT atau BSU guru honorer yang dapat didownload dari info GTK atau PDDikti.

4. Kemudian pendidik dan tenaga kependidikan mendatangi bank penyalur untuk melakukan aktivasi rekening dan menerima BLT atau BSU guru honorer.

Saat datang ke bank, PTK jangan sampai lupa membawa dokumen yang dipersyaratkan. Lalu,tunjukkan berkas dokumen tersebut ke petugas bank penyalur untuk diperiksa. Para penerima diberi waktu untuk mengaktifkan rekening hingga tanggal 30 Juni 2021.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar