Menjawab Berbagai Pertanyaan dan Keraguan Tentang Vaksin Covid-19

  Senin, 23 November 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)

AYOSURABAYA.COM--Banyak pertanyaan yang seringkali membingungkan masyarakat terkait perbedaan vaksin, vaksinasi, dan imunisasi. Menjawab definisi dari ketiga kata tersebut, Dokter Penyakit Dalam, Dirga Sakti Rambe, membeberkan perbedaannya.

Vaksin adalah suatu zat yang bila disuntikkan dalam tubuh kita atau diteteskan dapat merangsang timbulnya suatu kekebalan terhadap suatu penyakit yang sifatnya spesifik. Vaksinasi adalah upaya pemberian vaksin atau kegiatan memberikan vaksin. Sedangkan imunisasi adalah suatu proses menciptakan kekebalan, salah satunya dengan pemberian vaksin agar seseorang terhindar dari suatu penyakit yang dapat dicegah.

Lantas, bagaimana cara kerja vaksin dalam tubuh manusia? Menurut Dirga, vaksin mengandung komponen virus atau bakteri.

Setelah disuntikkan ke dalam tubuh kita, maka tubuh akan mengenali. Setelah itu tubuh akan melawan dengan membentuk antibodi.

“Antibodi ini fungsinya sebagai kekebalan. Kemudian tubuh akan mengingat atau memiliki kemampuan memori agar bila di masa mendatang kita terpapar oleh virus yang alamiah, maka tubuh sudah punya kekebalannya,” jelas Dirga dalam diskusinya di YouTube FMB9ID_IKP, Senin (23/11/2020).

Namun, kata dia, tidak semua vaksin mengandung virus yang dilemahkan. Kebanyakan vaksin mengandung komponen.

“Jadi kalau virus ibaratnya ada tangan dan kaki, jadi vaksin hanya mengandung komponen virus sehingga saat vaksin tersebut diberikan kepada tubuh kita, maka vaksin tersebut tidak bisa menimbulkan penyakit,” ujar dia.

Selain memberikan informasi mengenai vaksin dan cara kerjanya, Dirga juga mengungkap kebenaran terkait banyaknya disinformasi vaksin Covid-19. Salah satu yang dibeberkan adalah mengenai disinformasi vaksin yang mengandung racun.

Dirga menegaskan, sebelum suatu vaksin  dapat digunakan luas oleh masyarakat, vaksin itu sudah harus mendapat persetujuan dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Untuk mendapat persetujuan itu, harus melalui tahapan yang sangat panjang melalui penelitian dan uji klinis untuk memastikan keamanan dan efektifitasnya.

“Oleh karena itu jika ada vaksin yang sudah mendapat izin untuk digunakan itu sudah dipastikan aman dan efektif,” jelasnya.

Lalu, bagaimana dengan perkembangan penelitian vaksin di dunia saat ini? apakah sudah mendapatkan lampu hijau dari Badan Kesehatan Dunia (WHO)?

Dirga menuturkan bahwa pihaknya memang mendengar dan mendapat laporan terkait beberapa kandidat vaksin Covid-19, yang menunjukkan efektifitas yang cukup baik. Namun, dia menegaskan, laporan tersebut sifatnya hanya sementara. 

“Sampai saat ini belum ada vaksin Covid-19 yang mendapatkan full approval. Kita mengharapkan dalam waktu dekat akan ada,” harapnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar