Komplotan Pencuri Ponsel Kota Kediri Akhirnya Digulung Polisi

  Rabu, 25 November 2020   Rizma Riyandi
Polsek Pesantren Kediri Gulung Komplotan Pencuri Ponsel. (Beritajatim.com)

KEDIRI, AYOSURABAYA.COM -- Lima orang yang tergabung dalam komplotan pencuri ponsel di Kota Kediri ditangkap Unit Reskrim Polsek Pesantren. Kelima pelaku memiliki peran masing-masing, mulai dari pemantau, pengeksekusi hingga penadah. Saat ini kelima pelaku menjalani pemeriksaan.

Dilansir dari Beritajatim.com, kelima tersangka adalah Anhari Syahdi (22) warga Kelurahan Karanganyar Pantai, Kecamatan Tarakan Barat, Kalimantan Utara; Beny Romadhon (19) warga Kelurahan  Wiwitan Barat, Kecamatan Lamasi, Provinsi Sulawesi Selatan; Nanda Wuru (20) warga Kelurahan Tabalu, Kecamatan Posopesisir, Sulawesi Tenggara.

AYO BACA : Menteri Kelautan Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Benarkah Terkait Ekspor Benih Lobster?

Sementara dua penadah adalah Trimo Admojo (19) warga Kecamatan Negeri Agung, Lampung dan Malindi (24) Kecamatan Tapango, Sulawesi Barat. Petugas masih melakukan pengejaran terhadap satu orang tersangka lainnya.

“Tersangka BR dan NW bertugas masuk toko, sementara AS dan R berperan mengawasi. Saat ini masih dilakukan pengejaran terhadap pelaku R,” ungkap Kasubbag Humas Polresta Kediri AKP Kamsudi, Selasa (24/11/2020).

AYO BACA : Pemuda di Madiun Nekat Tukar Emas Batangan dengan Cupang! Begini Cara Budidayanya

Kasubbag Humas Polres Kediri Kota AKP Kamsudi mengungkapkan, pencurian tersebut diketahui pada Rabu (11/11/2020) sekitar pukul 06.00 WIB. Empat orang pelaku utama melakukan pencurian di sebuh toko ponsel di Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren.

Petugas melakukan serangkaian penyelidikan dan berhasil melakukan penangkapan terhadap  Anhari Syahdi yang berada di seputaran Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren. Dari hasil interograsi ternyata benar Anhari menggunakan ponsel yang diambil dari toko milik Rony, warga Burengan, Kecamatan Pesantren.

Anhari mengaku dirinya melakukan pencurian dengan tiga orang temannya. Dua pelaku lainnya berhasil diamankan saat ngopi di sebuah kafe di Kelurahan Singonegaran, Kecamatan Pesantren. Sementara satu orang pelaku berhasil kabur.

Petugas melakukan pengembangan untuk mengetahui dimana barang bukti hasil pencurian. Dari hasil interogasi diketahui ponsel hasil curian telah dijual kepada Trimo dan Malindo. Akibat kejadian tersebut korban mengalami kerugian mencapai Rp 12 juta. “Saat ini kelima pelaku menjalani pemeriksaan di Unit Reskrim Polsek Pesantren,” tegas AKP Kamsudi.

AYO BACA : Aliansi Cinta NKRI Samakan FPI dan PKI, Aksi Penolakan Habib Rizieq di Surabaya Berakhir Ricuh

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar