Pemprov Jatim Beberkan Rencana Pengembangan Bromo Vulcania Park

  Kamis, 26 November 2020   Rizma Riyandi
Bromo, Semeru, dan Tengger

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Wakil Gubernur Jawa Timur (Jatim) Emil Elestianto Dardak mengungkapkan rencana pengembangan Taman Nasional Bromo-Tengger-Semeru (TNBTS) yang menjadi salah satu proyek prioritas dalam Peraturan Presiden 80/2019 tentang Percepatan Pembangunan Ekonomi Jatim. Dalam proyek tersebut, Pemprov Jatim menyiapkan dua strategi agar wisatawan bisa menikmati BTS dari titik lain.

Dilansir dari Republika.co.id, strategi pertama adalah pembangunan kereta gantunh (cable car). Menurut Emil, lewat pembangunan kereta gantung, Pemprov Jatim ingin mendorong wisatawan menikmati Bromo dari Lumajang, yakni dari Puncak B29 atau dari Danau Ranu Pani.

Kereta gantung tersebut, kata Emil, dibangun tidak sampai ke Puncak Penanjakan. Pemprov Jatim masih mematangkan bersama pemangku kebijakan setempat soal titik pembangunan cable car ini.

"Nah, ini membutuhkan akses Probolinggo-Lumajang yang lebih baik ang tidak menggangu ekologi dan keaslian TNBTS," ujar Emil di Surabaya, Kamis (26/11).

AYO BACA : Berkunjung ke DPRD, Guru Tidak Tetap di Jember Tagih Janji Honor Rp 1,4 Juta

Strategi kedua, yakni mengubah konsep wisata populer di TNBTS dari Puncak Penanjakan menjadi wisata lereng Gunung Bromo. Emil mengatakan, untuk mewujudkannya perlu mengembangkan daya tarik wisata di kaki Gunung Bromo.

Pemprov Jatim diakuinya tengah merencanakan membangun Bromo Vulcania Park. Sebuah taman vulkanik buatan yang terinspirasi dari Vulcania Park yang ada di salah satu daerah di Prancis.

"Kami ingin wisatawan yang ke Bromo tidak hanya tertarik di Puncak Penanjakan saja. Di kaki gunung Bromo banyak keindahan alam dan panorama. Nah tentunya daya tarik ini harus disuplemen juga dengan wisata buatan," kata Emil.

Emil menjelaskan, Bromo Vulcania Park secara tematik sudah nyambung dengan TNBTS itu sendiri. Rencana pembangunannya sebenarnya sudah lama digagas dan didukung International Labour Organization (ILO).

AYO BACA : Maradona Wafat, Sang Legenda Ternyata Pernah Ingin Jadi Pelatih Timnas Indonesia

"Nah ini sudah masuk dalam usulan di dalam daftar Perpres 80/2019. Kami berharap bisa mulai merintis persiapan untuk mewujudkan kembali ini, apalagi dengan adanya tol Pandaan-Malang," ujarnya.

Rencana pembangunan Bromo Vulcania Park ini sudah digagas sejak 2009 silam. ILO saat itu berniat membantu Kabupaten Malang mengembangkan wisata buatan ini dengan memilih salah satu desa.

Saat ini, pengembangan Bromo Vulcania Park ini kembali tersendat dengan adanya Pandemi Covid-19. Dalam situasi ini, investor masih akan berpikir panjang untuk menanamkan modal di bidang pariwisata.

"Ini sedang kami matangkan targetnya. Apalagi masih pandemi. Kami harus jujur, sepanjang 2020 ini investasi di bidang tourism ini agak tertahan. Kalau on going mereka mungkin masih mau coba," kata Emil.

Pemprov Jatim, kata Emil, akan mereview ulang strategi untuk membangkitkan kembali iklim pariwisata di tengah Pandemi Covid-19, sehingga investor tertarik untuk berinvestasi di bidang ini.

Jika Bromo Vulcania Park dikembangkan, kata Emil, tidak menutup kemungkinan potensi pengembangan wisata baru di sisi timur Kabupaten Malang turut terdongkrak, seiring kemudahan akses yang ada.

AYO BACA : Bayi Baru Lahir Dibuang di Kebun, Awalnya Dikira Suara Kucing

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar