Remaja Pembuang Bayi di Kediri Diamankan Polisi

  Jumat, 27 November 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Pengamanan oleh polisi (Republika)

KEDIRI, AYOSURABAYA.COM -- Aparat Kepolisian Resor (Polres) Kediri, Jawa Timur (Jatim), mengamankan pasangan remaja diduga terlibat kasus pembuangan bayi yang ditemukan di pekarangan rumah warga, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Pelaku diduga melakukan persalinan sendiri.

\"Dalam proses persalinan pelaku melakukan seorang diri di kamar mandi. Bayi dalam keadaan sehat,\" kata Kepala Polres Kediri AKBP Lukman Cahyono di Kediri, Kamis (26/11/2020), dilansir dari Republika.co.id.

AYO BACA : Perhatikan! Kebiasaan Tidur Ini Bisa Turunkan Risiko Gagal Jantung

Kasus itu berawal dari temuan bayi di belakang rumah Nurul Khotimah (40), warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan, Kabupaten Kediri. Saat ditemukan, bayi tersebut hidup dan masih terdapat ari-ari di tubuhnya. Bayi itu dibiarkan tergeletak di tengah semak-semak di antara pohon pisang dengan kondisi telanjang.

Polisi yang mendapatkan laporan itu juga langsung melakukan penyelidikan. Polisi mengamankan pelaku pembuang bayi yang tidak lain adalah ibu bayi itu sendiri. Pelaku yang juga remaja putri berusia 15 tahun itu berinisial YGA, warga Desa Payaman, Kecamatan Plemahan. Remaja putri itu masih sekolah di sebuah SMA di Kabupaten Kediri.

AYO BACA : Polisi Cokok 2 Artis Terlibat Protitusi Daring, Siapa Dia?

Kepala Satuan Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Kediri AKP Gilang Akbar mengungkapkan pelaku diamankan saat berada di rumah kerabatnya yang tidak jauh dari lokasi penemuan bayi. Petugas melakukan penyelidikan dengan bidan desa, menelusuri warga sekitar yang sedang hamil.

Selain itu, polisi juga mengamankan IRH (19), warga Kecamatan Pagu, Kabupaten Kediri. Ia diduga adalah ayah dari bayi tersebut.

Saat ini, pasangan tersebut masih diperiksa intensif di Unit PPA Satreskrim Polres Kediri. Polisi masih mengusut penyebab remaja itu tega membuang bayi itu di semak-semak. Keduanya terancam hukuman penjara.

Ibu bayi terancam Pasal 308 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang Penelantaran Anak, sedangkan kekasihnya dijerat Pasal 81 dan 82 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2020 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara. Namun, karena masih di bawah umur, keduanya tidak ditahan.

Sementara itu, Kapolres juga sudah mengunjungi bayi tersebut di RSUD Kabupaten Kediri. Kondisi bayi tersebut juga sudah membaik setelah mendapatkan perawatan tim medis.

AYO BACA : Eks Pegawai Bank Jatim Terlibat Kasus Investasi Bodong Rp 15 Miliar

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar