Mau Wisata Kuliner? Ayo Coba Strudel dan Bakpia Ketela Madu Lumajang

  Jumat, 27 November 2020   Rizma Riyandi
Strudel dan Bakpia Ketela Madu Lumajang. (Beritajatim.com)

LUMAJANG, AYOSURABAYA.COM -- Lumajang kaya akan potensi hasil pertanian, salah satunya ketela atau Ubi Madu di Kecamatan Pasrujambe. Hal ini membuat Khusnul Khotimah (34) warga Dusun Pusung, Desa Purworejo melirik untuk dijadikan produk pertanian tersebut sebagai kue olahan.

Dilansir dari Beritajatim.com, berbekal kemampuan membuat kue, Khusnul mencoba membuat Strudel dari bahan ubi. Dari beberapa kali uji coba dihasilkan produk disukai tetangga dan kini merambah luar kota.

“Awalnya saya melihat kok banyak sekali ubi madu ditanam warga,” ujar perempuan dua anak itu pada beritajatim.com, Kamis (26/11/2020).

Masih kata dia, kemudian membrowsing cara membuat strudel dan dikombinasi berbahan ubi. Dari olahanya itu ditawarkan ke para pemesan kue pelanggannya dan diminati.

AYO BACA : Polisi Cokok 2 Artis Terlibat Protitusi Daring, Siapa Dia?

“Katanya pembeli enak dan beda dengan strudel lainya,” jelasnya.

Berawal dari mulut ke mulut pesanan di awal tahun 2020, menjadi salah kue produknya paling banyak diminati. Kemudian ditawarkan melalui media online lewat Whatsapp, Instagram dan Facebook pribadinya mendapat sambutan baik.

“Pesanan setiap minggu ada saja,” ungkap pemilik Home Industri Safir Bakery itu.

Untuk box plastik strudel dibanderol harga Rp. 25 ribu. Tergantung variasi isian baik ubi ataupun buah-buahan yang dipesannya. “Strudelnya tahan antara empat sampai tujuh hari,” jelasnya.

AYO BACA : Remaja Pembuang Bayi di Kediri Diamankan Polisi

Sukses dari produksi Strudel, Khusnul mendapat kunjungan langsung dari Ketua TP PKK Lumajang, Musfarina Thoriqul Haq. Dirinya mendapat apresiasi luar biasa dengan rasa strudelnya dan diminta membuat bakpia dari bahan ubi.

“Saya kemudian membuat produk bakpia kering dari ubi,” akunya.

Ternyata, Bakpianya juga diminati pembeli dan pemesanan juga mengalir dari luar kota dan antar pulau. Untuk lebih menarik tampilan bakpianya dibuat warna warni seperti pelangi.

“Untuk Bapkian isi dua belas tak kasih harga tiga puluh ribu rupiah,” jelasnya.

Meski Pandemi melanda Indonesia dan Lumajang khususnya, Khusnul mengaku dalam penjualannya tidak ada pengaruh. Bahkan, setelah mendapat apresiasi dari Bupati dan Wabup Lumajang banyak pesanan yang hadir di Whatsapp-nya.

“Alhamdulilah stabil mas dan mampu mengajak kerja tetangga,” ungkapnya.

AYO BACA : Bupati Situbondo Dadang Wigiarto Tutup Usia Setelah Terpapar Covid-19

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar