Gemparkan Masyarakat, Penemuan Jasad ABG di Kebun Singkong Diduga Korban Pembunuhan

  Selasa, 01 Desember 2020   Rizma Riyandi
Penemuan Jasad ABG di Kebun Singkong Diduga Korban Pembunuhan. (Beritajatim.com)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Penemuan jasad anak baru gede (ABG) di kebun singkong Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, Kabupaten Malang, Senin (30/11/2020) menggemparkan warga setempat. Jasad tersebut diduga merupakan korban pembunuhan.

Dilansir dari Beritajatim.com, dugaan itu disampaikan Kepala Polisi Resor Mslang, AKBP Hendri Umar. Kata Hendri, jasad korban diketahui berinisial AP, warga Desa Sukowilangun, Kecamatan Kalipare, yang masih berumur 13 tahun.

AYO BACA : Rizieq Shihab Bakal Diperiksa Polisi, Ini Kata FPI

Menurut Hendri, berdasarkan penyelidikan jajaran Satreskrim Polres Malang di lapangan ditemukan ada beberapa kejanggalan.

“Menurut anggota di lapangan saat pertama ditemukan ada bekas luka di tubuh korban, sekaligus saat itu mayat korban diketahui sudah tertutup daun singkong. Di situlah kejanggalannya,” ungkap Hendri.

AYO BACA : Honda CR-V Hybrid 2021 Siap Mengaspal, Ini Fitur Unggulannya

Atas dasar itu, Hendri mengaku sudah memerintahkan jajaran anggota Satreskrim Polres Malang untuk memonitor kegiatan otopsi mayat korban RSSA. “Sekaligus melaksanakan lidik dilapangan dan di rumah korban,” tegas Hendri.

Hendri menekankan ada beberapa orang yang diperika sebagai saksi. Termasuk orang-orang yang terakhir bersama korban. “Kabarnya ada dua orang temannya yang terakhir bersama korban,” paparnya.

Diberitakan sebelumnya, Senin (30/11/2020) pukul 9.00 WIB warga setempat menemukan mayat tergeletak di ladang singkong dengan kondisi tertutupi daun singkong. Mayat tersebut diduga kuat adalah seorang bocah laki-laki berinisial AP. Korban AP sudah dilaporkan hilang sejak Jum’at (27/11/2020) malam.

Terpisah, salah seorang saksi, Ngatimin selaku keamanan pasar desa Sukowilangun yang juga turut diperiksa oleh polisi dalam kejadian itu menjelaskan, pihaknya sempat melihat korban ngopi di warung kopi area tersebut pada hari Sabtu (28/11/2020) sekitar pukul 02.00 WIB. “Saat itu ia (korban) ngopi dengan teman-temannya. Pasca itu saya tidak tahu lagi,” ujar Ngatimin.

Hingga berita ini tulis, Polisi sudah memeriksa 7 orang saksi. Jasad korban juga dilakukan otopsi ke RSSA Malang Kota.

AYO BACA : Bangkit di Tengah Pandemi, Program BPUM Membantu UMKM Gresik

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar