Heboh Video Buaya Makan Orang di Bojonegoro, Begini Kata Kades Setempat

  Selasa, 01 Desember 2020   Rizma Riyandi
Video Buaya Makan Orang yang disebut-sebut terjadi di Bojonegoro (Beritajatim.com)

BOJONEGORO, AYOSURABAYA.COM -- Video berdurasi 0.25 detik yang menunjukkan seekor buaya sedang berenang dan memakan manusia beredar di WhatsApp dan media sosial. Dari video itu terlihat orang yang dimakan buaya hanya terlihat kakinya.

Dilansir dari Beritajatim.com, dalam video tersebut terdapat penanda lokasi di Desa Kabalan, tepian Bengawan Solo, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro. Dalam waktu singkat video yang menunjukkan buaya sedang berenang di air yang berada di tepian itu tersebar dan mengagetkan warga.

AYO BACA : Gemparkan Masyarakat, Penemuan Jasad ABG di Kebun Singkong Diduga Korban Pembunuhan

Kepala Desa Kabalan, Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro Moch Slamet mengungkapkan, bahwa pihaknya sudah melihat video tersebut. Setelah melihat video yang beredar itu, dia menyimpulkan bahwa kejadian itu tidak terjadi di wilayahnya. Dia mengaku melihat video dari grup WhatsApp.

“Tidak Mas, itu video hoaks. Kejadiannya bukan di Kabalan,” ujarnya dihubungi jurnalis beritajatim.com, Selasa (1/12/2020).

AYO BACA : Letusan Semeru Bikin Warga Berlarian Mengungsi ke Gunung Sawur

Selain itu, dia menegaskan bahwa dalam lokasi yang berada di video anak sungai Bengawan Solo seperti yang disebutkan dalam video tersebut tidak ada yang seperti itu. Slamet menegaskan, sejauh ini tidak ada laporan dari warga adanya buaya yang nampak di wilayahnya.

“Dari lokasi itu bukan di Desa Kabalan (Kecamatan Kanor, Kabupaten Bojonegoro). Dari segi lokasi dan laporan masyarakat juga tidak ada,” pungkasnya.

Salah seorang warga Desa Kanor, Hadi mengaku kaget saat pertama kali melihat video tersebut. Setelah dilihat berkali-kali dia menyebut bahwa video tersebut memang tidak terjadi di Bojonegoro. “Sempat kaget melihat videonya, tapi itu bukan di Bojonegoro,” ungkapnya.

AYO BACA : APBD Jatim 2021 Resmi Disahkan, Defisit Anggaran Rp 1,797 triliun

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar