Februari Mulai Penyuntikkan, Simak Cara Vaksinasi Covid-19 Khusus Jalur Mandiri!

  Selasa, 01 Desember 2020   Icheiko Ramadhanty
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)

AYOSURABAYA.COM--PT Bio Farma merencanakan vaksinasi Covid-19 dapat segera diberikan kepada masyarakat setelah mendapatkan izin penggunaan darurat (emergency use authorization/EUA) dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Adapun PT Bio Farma mengharapkan vaksinasi Covid-19 dapat diberikan pada awal Februari 2021, sedangkan EUA dari BPOM dapat dikantongi pada minggu ketiga Januari 2021. Direktur Utama Bio Farma, Honesti Basyir, mengatakan saat ini pihaknya masih harus melengkapi data yang dibutuhkan untuk EUA.

“Laporan lengkap uji klinis fase 1 dan 2, dan data interim uji klinis fase 3 vaksin Covid-19 CoronaVac milik Sinovac Biotech yang dilakukan di Bandung,” ujar Honesti dalam telekonferensinya, Rabu (25/11/2020).

Sebagaimana diketahui, Pemerintah Indonesia mengklasifikasikan jenis vaksinasi Covid-19 menjadi dua, yaitu vaksin mandiri atau dibayar menggunakan uang pribadi dan vaksin bantuan pemerintah yang dibayar menggunakan dana dari pemerintah.

Khusus untuk vaksin bantuan pemerintah, terdapat masyarakat yang mendapatkan prioritas. Mereka adalah anggota TNI/Polri, tenaga kesehatan, dan penegak protokol kesehatan lainnya. Masyarakat yang di luar latar belakang itu, diharapkan untuk bisa masuk dalam jenis vaksin mandiri.

Lantas, bagaimana alur dan cara untuk mendaftarkan diri agar bisa mendapatkan vaksin lewat jalur vaksin mandiri? Direktur Digital Healthcare PT Bio Farma, Soleh Ayubi, membeberkan tata caranya.

Pada tahapan awal, ada empat tahap yang harus dilalui masyarakat dengan vaksin mandiri. Dimulai dari distribusi vaksin, lalu pendaftaran vaksin, layanan vaksinasi, dan reporting dan integration.

Setelah tahap tersebut dilewati, pada tahap akhir terdapat verifikasi dan pengambilan keputusan lanjutan. Pada tahapan ini, masyarakat yang berhasil disuntik vaksin akan terus dipantau berdasarkan hasil vaksinasi di awal.

“Semua proses harus mengikuti regulasi yang ada. Tujuannya adalah untuk mengkonfirmasi proses-proses yang sebelumnya manual jadi lebih otomasi. Tujuannya adalah untuk menjamin kualitas ataupun layanan vaksin,” jelas Soleh dalam konferensi persnya, Selasa (1/12/2020).

Berikut data pendaftaran reservasi harus dipersiapkan untuk mendapatkan vaksin mandiri:

1.      Nomor KTP

2.      Nomor HP

3.      Nama lengkap

4.      Tempat lahir

5.      Tanggal lahir

6.      Alamat

7.      Jenis kelamin

8.      Status pekerjaan

9.      Status perkawinan

10.   Foto KTP (optional)

11.   Nomor Kartu Keluarga (untuk registrasi satu keluarga)

Individu atau keluarga memiliki tiga opsi untuk melakukan reservasi vaksinasi Covid-19. Opsi tersebut yaitu reservasi melalui aplikasi dan/atau website yang nantinya akan diumumkan oleh pemerintah. Kedua, reservasi melalui walk in customer yang nantinya juga akan dipersiapkan oleh pemerintah di rumah sakit maupun puskesmas. Ketiga, reservasi melalui customer service di nomor 1500255.

Berikut Ayojakarta rangkum teknis tata cara proses vaksinasi Covid-19:

1.      Pasien atau keluarga melakukan registrasi dan pre-order

2.      Pasien (individu) melakukan reservasi dan melakukan pembayaran jika tidak ada penjamin

3.      Pasien menerima reminder tentang jadwal vaksinasi

4.      Mengisi consent/assent form

5.      Pasien mengunjungi fasilitas kesehatan

a.      Fasilitas akan memvalidasi QR Code yang sudah diberikan

b.      Pasien mendapatkan vaksin

c.      Fasilitas akan mengkombinasikan vial-ID dan NIK pasien

6.      Informasi vaksinasi Covid-19 ter-update di KF Mobile dan pasien akan menerima sertifikat sebagai bukti telah melakukan vaksinasi

7.      Informasi vaksinasi akan diteruskan ke pihak terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar