Perangi Covid-19, Ingat Pesan Ibu 3M

  Rabu, 02 Desember 2020   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi

GRESIK - Adaptasi kebiasaan baru juga terjadi di lingkungan Ponpes Mambaul Ihsan Kabupaten Gresik Jawa Timur. Para santri diajak untuk terus ingat pesan ibu yakni menerapkan 3M (Memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan).

Selain itu, pihak ponpes juga menerapkan sejumlah kebijakan saat pembelajaran luring di lingkungan pondok. Seperti menyiapkan infrastruktur serta melakukan pembatasan saat tidur di pondok pesantren.

Pengasuh Ponpes Mambaul Ihsan Nafisul Atok mengatakan, pihaknya telah menyiapkan beberapa aturan yang disesuaikan dangan protokol kesehatan dalam menunjang New Normal.

"Sebelum memasuki pondok dicek kesehatan ketat. Kita wajibkan bermasker, bahkan terus menyosialisasikan pencegahan penyebaran Covid-19," katanya, Minggu (29/11/2020).

Dia menjelaskan, untuk santri yang berasal dari luar daerah maupun dari wilayah zona merah akan lebih ketat dalam aturannya, yakni santri harus membawa surat keterangan sehat.

Pria yang akrab disapa Gus Atok itu melanjutkan, setibanya di pesantren harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari. Jika dalam masa isolasi tersebut ditemukan gejala maka harus melakukan rapid test.

"Jadi sudah kita wanti-wanti, jika ada yang flu atau sakit langsung kita tangani. Bahkan, pengurus akan mengontrol setiap waktu kondisi santri," katanya.

Sementara itu mengenai teknis aktivitas di pondok, Gus Atok menjelaskan, bakal melaksanakan pembelajaran dengan memberikan jarak antar santri. Hal itu akan dilakukan ketika pembelajaran praktik.

Kemudian, ketika mengaji akan diatur jaraknya sekitar satu atau dua meter. Ini akan dibiasakan. Bahkan, di kamar yang biasanya ada sepuluh orang, kali ini batasi hanya lima orang per kamar.

"Kami biasakan olahraga, menyediakan makanan bergizi serta akan minum suplemen vitamin setiap hari. Kita yakin bisa menerapkan, apalagi pondok kita seluas 10 hektare, sedangkan menampung 300 santri. Kita yakin bisa menerapkannya," imbuhnya.

Untuk memberdayakan, para santri juga diajak untuk memproduksi masker. Kemudian, alat pelindung itu bakal dibagikan kepada santei lain maupun masyarakat sekitar.

Sementara itu, pemerintah melalui Kementerian Agama RI bakal memberikan bantuan kepada pesantren dalam penanganan dampak pandemi Covid-19. 

Bantuan adaptasi kebiasaan baru sebesar Rp 2,599 triliun yang menjadi bagian dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) ini telah tersedia anggarannya dalam DIPA Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kemenag.

"(Sebanyak) 21 ribu pesantren seluruh Indonesia (yang akan menerima bantuan dana dari pemerintah)," kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kemenag Kamaruddin Amin saat dikutip dari media Republika.

Sebelumnya, melalui laman resmi Kemenag, secara lebih perinci ia menyampaikan, program bantuan tersebut akan diberikan kepada 21.173 lembaga atau sekitar 75 persen dari jumlah total pesantren yang ada di Indonesia. Saat ini, di seluruh Indonesia terdapat 28.231 pesantren.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar