4 Daerah Jatim Kembali Berstatus Zona Merah

  Rabu, 02 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Rapid Test Corona (Suara.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Satgas Pencegahan COVID-19 Jawa Timur (Jatim) mengumumkan empat daerah yang kembali berstatus zona merah. Keempat daerah tersebut adalah Kabupaten Jember, Kabupaten Situbondo, Kabupaten Jombang dan Kota Batu.

\"Data empat daerah itu menjadi zona merah lagi itu dari Satgas COVID-19 nasional per hari Selasa ini pukul 16.00 WIB,\" kata anggota Satgas Kuratif COVID-19 Pemerintah Provinsi Jatim, dr Makhyan Jibril Al Farabiketika dikonfirmasi di Surabaya, Selasa (1/12/2020) malam, dilansir dari Republika.co.id.

Menurut dia, status zona merah dan lonjakan kasus terjadi karena salah satunya adalah dampak dari libur panjang yang mulai muncul di beberapa daerah.

AYO BACA : Pemerintah Terbitkan Panduan Natal di Masa Pandemi, Ini Ketentuannya

Dampak lainnya, kata dia, bertambahnya daerah zona oranye (berisiko sedang) sebanyak 32 daerah, dan berkurangnya daerah zona kuning (berisiko rendah) yaitu dua daerah.

Rinciannya, zona oranye yaitu Sidoarjo, Kota Surabaya, Kota Malang, Kota Blitar, Kota Probolinggo, Tulungagung, Lamongan, Bondowoso, Kediri, Gresik, Ngawi, Nganjuk, Sumenep, Trenggalek, Ponorogo, Banyuwangi, Pasuruan, Magetan dan Probolinggo.

Kemudian, Kota Mojokerto, Tuban, Pamekasan, Blitar, Malang, Kota Pasuruan, Kota Kediri, Bojonegoro, Bangkalan, Kota Madiun, Lumajang, Mojokerto, dan Madiun.

AYO BACA : Pemerintah Pangkas Cuti Akhir Tahun 3 Hari, 28-30 Desember Tetap Masuk Kerja

Sedangkan, dua kabupaten yang berstatus zona kuning adalah Pacitan serta Sampang.

Sementara itu, berdasarkan data nasional situasi COVID-19 di Jatim hingga pukul 16.00 WIB Selasa (1/12) 2020 secara kumulatif terkonfirmasi sebanyak 62.313 kasus.

Rinciannya, pasien dirawat 3.012 kasus (4,84 persen), sembuh 54.863 kasus (88,04 persen) dan meninggal dunia 4.438 kasus (7,12 persen).

Ia juga mengingatkan bahwa masa pandemi belum berakhir dan diharapkan seluruh masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan.

\"Kapan saja dan di mana saja harus selalu menerapkan protokol kesehatan ketat dengan melaksanakan jaga jarak, cuci tangan menggunakan sabun dan air mengalir, pakai masker dan hindari kerumunan,\" demikian Makhyan Jibril Al Farabi.

AYO BACA : Februari Mulai Penyuntikkan, Simak Cara Vaksinasi Covid-19 Khusus Jalur Mandiri!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar