Apa Hukum Air Mani? Najis atau Suci

  Rabu, 02 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Semua orang pasti sudah mendengar tentang air mani. Air mani adalah air berwarna putih yang keluar dari alat vital pria setelah mengalami ejakulasi. Tapi apa kamu tahu hukum air mani? Suci atau najis?  

Dilansir dari Republika.co.id, para ulama berbeda pendapat tentang status air mani, ada yang berpendapat itu tergolong benda yang najis dan ada yang berpendapat itu suci.

Ustadz Isnan Ansory Lc dalam buku Tiga Sumber Najis terbitan Rumah Fiqih Publishing menjelaskan, mayoritas ulama di antaranya Mazhab Hanafi, Maliki, dan Hanbali berpendapat bahwa status mani adalah najis.  

Dalil mereka adalah hadits yang diriwayatkan Aisyah RA, beliau mencuci bekas sisa air mani Rasulullah SAW yang telah mengering di pakaian beliau.  

AYO BACA : Hujan Abu Vulkanik Gunung Semeru Dirasakan Warga Banyuwangi

كنت أغسل المني من ثوب رسول الله صلى الله عليه وسلم فيخرج إلى الصلاة، وأثر الغسل في ثوبه بقع الماء

\"Aku mencuci bekas air mani pada pakaian Rasulullah SAW, lalu beliau keluar untuk sholat meski pun masih ada bekas pada bajunya.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Dari Abu Hurairah tentang mani yang melekat pada pakaian. \"Kalau kamu melihat air mani maka cucilah bagian yang terkena saja, tetapi kalau tidak terlihat, cucilah baju itu seluruhnya.\" (HR Thahawi dalam Syarah Ma'ani al-'Atsar)

Pendapat al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib RA yang memandang bahwa air mani itu najis sebagaimana air kencing yang telah disepakati kenajisannya.

AYO BACA : Habib Rizieq Positif Covid-19 Dituding Hasil Operasi Intelijen

Sedangkan Mazhab Maliki berargumentasi bahwa air mani itu najis karena asal muasal air mani adalah darah yang juga najis. Lalu darah itu mengalami istihalah (perubahan wujud) sehingga menjadi mani, namun hukumnya tetap ikut asalnya, yaitu darah yang najis.

Sementara Mazhab Syafi'i berpendapat bahwa air mani tidaklah najis. Dalilnya adalah hadits Nabi Muhammad SAW yang menyamakan air mani dengan dahak yang disepakati kesuciannya.

عن ابن عباس قال : سئل النبي صلى الله عليه وسلم عن المني يصيب الثوب ، فقال : إنما هو بمنزلة المخاط والبصاق وإنما يكفيك أن تمسحه بخرقة أو بإذخرة

Dari Ibnu Abbas RA, Rasulullah SAW ditanya tentang hukum air mani yang terkena pakaian. Nabi Muhammad SAW menjawab, \"Air mani itu hukumnya seperti dahak atau lendir, cukup bagi kamu untuk mengelapnya dengan kain.\" (HR Baihaqi)

Ada juga hadits yang diriwayatkan dari Aisyah ra, bahwa ia mengerik bekas air mani yang telah kering. Rasulullah SAW lalu menggunakannya untuk sholat, sedangkan sisa-sisa maninya masih ada.

كنت أفرك المني من ثوب رسول الله صلى الله عليه وسلم، فيصلي فيه \"Dari Aisyah RA bahwa beliau mengerik bekas air mani Rasulullah SAW yang telah kering dan beliau sholat dengan mengenakan baju itu. (HR. Bukhari dan Muslim).

AYO BACA : Kembangkan Pelacakan, Polrestabes Surabaya Buru Bandar Narkoba di Lapas Madiun

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar