Kisah Pilot Banting Setir Jualan Online Akibat Pandemi Covid-19

  Kamis, 03 Desember 2020   Adi Ginanjar Maulana
Dialog Produktif bertema ‘Vaksin:Harapan Kembali Produktif’ yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (2/12/2020).

AYOSURABAYA.COM--Sektor penerbangan ikut terpukul oleh Pandemi Covid-19. Hal ini karena jadwal penerbangan yang dikurangi.

Pilot maskapai penerbangan nasional, Aditya Santosa mengaku ikut terdampak pandemi Covid-19 dan mencoba peruntungan baru lewat bisnis jual beli online.

Menurutnya, pada Maret 2020, industri penerbangan mulai terdampak mulai  pengurangan jadwal dan larangan terbang ke negara-negara tertentu. 

"Efeknya sangat terasa sekali untuk saya, yang biasa dalam sebulan bisa terbang 4-5 kali, sekarang mungkin hanya bisa 3 bulan sekali. Untuk pilot pendapatan kami dipotong 30% dari maskapai," ungkapnya pada Dialog Produktif bertema ‘Vaksin:Harapan Kembali Produktif’ yang diselenggarakan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Rabu (2/12/2020). 

Kondisi tersebut  membuatnya harus berputar otak untuk beralih profesi agar bisa memenuhi kebutuhan hidup. Karena banyak waktu luang, Aditya mulai mencoba bisnis online guna menambal pendapatannya yang kini berkurang. 
"Saya mulai mencoba berwirausaha, mulai jualan online dan belajar berjualan dari teman saya. Puji Tuhan lumayan, ada hasilnya. Karena banyak waktu luang, jarang terbang, saya bisa investasi waktu saya ke hal lain," kata Aditya.

Kisah serupa juga dialami Priscilla Renny, pengusaha batik asal Lasem, Jawa Tengah. Sarung Batik Tiga Negeri yang jadi komoditas andalannya pada momen Lebaran mengalami penurunan penjualan yang tajam. 

“Mungkin penurunan pendapatan kami mencapai 70%. Tapi hingga kini, yang saya lakukan tetap bertahan meski berjalan sedikit demi sedikit," ujarnya.

Di tengah pandemi ini, dia ikut memotivasi para pengusaha batik di Lasem untuk ramai-ramai berjualan secara online. Transformasi ekonomi ini belum begitu dilirik para pengusaha sebelum pandemi Covid-19. 

"Kebetulan kemarin dari pihak pemerintah kabupaten setempat memberikan pelatihan untuk jual beli online. Untuk saat ini jual beli online yang membantu kami untuk melakukan penjualan produk batik Lasem," katanya.

Sebelum menjajal berjualan di platform digital, Priscilla mengakui pemasarannya hanya dilakukan dari mulut ke mulut. Terkadang, ia juga memasarkannya secara langsung melalui pesan ponsel.

“Dengan berjualan online, arus keuangan usaha sedikit demi sedikit mulai pulih. Untuk penjualan tiap bulan sudah ada peningkatan. Meski belum normal seperti dulu. Sekarang minimal penjualan sudah ada," ujarnya.

Selain berupaya mengadakan vaksin untuk menekan penularan Covid-19, pemerintah juga terus berupaya memulihkan perekonomian nasional yang terdampak pandemi Covid-19. 

Berbagai bantuan dan stimulus direalisasikan melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). Hingga 25 November 2020, realisasi anggaran PEN mencapai Rp431,54 triliun atau setara 62,1% dari total anggaran PEN yang mencapai Rp695,2 triliun. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar