Wisata Setigi Gresik Tumbuh saat Pandemi

  Jumat, 04 Desember 2020   Adi Ginanjar Maulana
Wisata Setigi Gresik (disparbudgresikkab.go.id)

GRESIK - Wisata Selo Tirto Giri (Setigi) di Desa Sekapuk Kecamatan Ujungpangkah menjadi satu dari sekian sektor wisata di Kabupaten Gresik Jawa Timur yang terus tumbuh meski di tengah pandemi Covid-19.

Sejak pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang merupakan kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19, wisata di ujung utara Gresik ini juga tutup selama dua bulan.

Setelah pemberlakukan New Normal atau era kenormalan baru, Wisata Setigi mulai bangkit dan buka kembali pada Sabtu (6/6/2020). Kehadiran wisata yang viral ini membuat geliat ekonomi masyarakat bergeliat.

Pihak pengelola mengajak masyarakat untuk membuat jajanan tradisional yang dikwmas menarik kemudian dijajakan di wisata. Caranya, setiap pengunjung diwajibkan membeli satu produk yang orisinil dibuat oleh warga Desa Sekapuk.

"Ini salah satu upaya untuk membangkitkan ekonomi kerakyatan saat pandemi. Kami ajak masyarakat untuk bangkit," kata pengelola Wisata Setigi yang juga Kepala Desa Sekapuk, Abdul Halim pada Senin (30/11/2020).

Melalui produk 'Dapur Mbok Inggih' yang digawangi PKK Desa Sekapuk, masyarakat membuat jajanan makanan minuman tradisional. Omzetnya pun luar biasa, dan strategi ini mampu meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar di tengah pandemi.

Selain di sisi ekonomi, pengelola Setigi tak lengah dan terus mengingatkan pengunjung untuk menerapkan protokol kesehatan. Bahkan, pengelola terus menggelorakan #Ingatpesanibu dengan 3M (Memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Di wisata bekas eksplorasi tambang dan pembuangan sampah itu, pengunjung wajib bermasker. Sebelum masuk area wisata wajib cuci tangan dan dicek suhu badan dengan Thermalgun oleh petugas.

Di berbagai titik banyak dijumpai petugas yang mengawasi pengunjung agar tak bergerombol. Bahkan, pengelola sengaja menyediakan area berjemur serta menyediakan tempat cuci tangan.

"Petugas kami tak pernah lelah untuk mengingatkan pengunjung agar tetap menerapkan protokol kesehatan ketat. Setiap 15 sekali kami ingatkan melalui mikrofon. Bahkan kami batasi pengunjung agar tetap penerapan protokol kesehatan bisa dilakukan," terang Abdul Halim.

Menurut Halim, dibukanya kembali wisata seluas 5 hektare ini merupakan kado warga Gresik untuk menyambut era kenormalan baru. Di wisata itu pula, dijual aneka macam makanan dan minuman tradisional yang bisa meningkatkan imunitas tubuh.

Terlebih, dengan terpilihnya Wisata Setigi mewakili Kota Pudak dalam lomba tingkat Nasional yang digelar Kemendagri RI, saat itu.Pemerintah kabupaten, memilih Wisata Setigi untuk menjadi bagian penting dalam upaya kampanye kehidupan kenormalan baru.

Sebegai informasi, Wisata Setigi memiliki belasan spot foto unik yang bisa dijadikan latar swafoto mulai dari patung gupala, dwirapala, miniatur masjid persia, patung nogo giri pancoran serta pahatan sisa tambang batu kapur.

Kemudian ada candi topeng nusantara, gerbang gaib, patung semar, goa pancawarna, jembatan peradaban, rumah adat honai, rumah apung, monumen setigi, pahatan nogo puspo. Pengunjung juga bisa mengelilingi arena wisata menggunakan mobil ATV dan motor trail mini.

Sementara itu, pembangunan wisata ini mulai awal dibiayai oleh masyarakat, total ada 387 warga yang turut andil menjadi investor wisata. Artinya, nantinya warga yang asli Desa Sekapuk bisa mendapatkan penghasilan tambahan dari wisata.

Melalui taplus invest yang dikelola BUMDes, satu lembar saham dihargai Rp 2.400.000 atau dengan skema menambung Rp 8000 per hari atau Rp 200.000 per bulan.

"Jadi memang mulai awal pembangunan kita dari dana investasi warga. Melalui cara ini, ekonomi kerakyatan kami kedepankan. Investor wisata ini bagi mereka yang membeli saham, dan tentunya harus asli warga Desa Sekapuk," ujarnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar