Banyak Kandidat Muda Menang Quick Count Pilkada di Jawa Timur

  Jumat, 11 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Pilkada (Ayobandung.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pilkada serentak 2020 telah digelar pada Rabu (9/12/2020). Hasilnya pun bisa diprediksi melalui quick count atau hitung cepat yang dilakukan oleh beberapa lembaga peneliti.

Dilansir dari Beritajatim.com, di Jawa Timur, boleh dibilang terjadi fenomena yang cukup menarik. Cukup banyak kandidat dengan usia yang relatif muda muncul sebagai pemenang di Pilkada Serentak 2020.

AYO BACA : Waduh! TPS di Surabaya dan Malang Mesti Gelar Pencoblosan Ulang

Di Banyuwangi, Ipuk Fiestiandiani yang lebih muda dari Yusuf Widiatmoko sudah menang hasil quick count. Begitu juga Gus Muhdlor yang menjadi kandidat termuda diantara 3 kandidat Pilkada Sidoarjo. Di Surabaya, Eri Cahyadi pun jauh lebih muda ketimbang Machfud Arifin. Sedangkan Gus Yani di Gresik pun juga sangat muda.

Ada juga Aditya Halindra Faridzky dari Tuban dan Hanindhito dari Kediri yang masih sama-sama berusia 28 tahun. Masih ada juga Cak Ipin di Trenggalek, Ony di Ngawi, dan juga Indrata Bayu Aji di Pacitan. Sosok Sugiri Sancoko di Ponorogo pun layak masuk hitungan karena relatif masih lebih muda dari Ipong Muslichssoni yang menjadi pesaingnya.

AYO BACA : Daihatsu Sirion Jadi Mobil Terbaik Pilihan Anak Muda, Harganya di Bawah Rp200 Juta

Merespon fenomena ini, Direktur Surabaya Survey Center Mochtar W. Oetomo berpendapat jika hal itu bukti bonus demografi semakin nyata. “Pemilih generasi millenials, semakin ke depan semakin berpengaruh menentukan dinamika politik elektoral,” paparnya.

“Tidak terlepas pula semakin berkembangnya marketing politik. Mau tidak mau pilihan langsung berkaitan dengan marketing semakin penting. Prinsip eye catching, mereka yang muda atau enak dikenali dan dilihat akan semakin menjadi pilihan,” tambah Mochtar.

Faktor semakin variatifnya harapan publik kepada sosok Kepala Daerah menurut Mochtar juga menjadi faktor tersendiri. “Ada harapan publik pemimpin di era sekarang butuh lebih inovatif dan diharapkan, itu bisa diraih oleh anak muda,” urainya.

“Tapi, tidak cukup hanya muda. Dalam politik tidak ada faktor tunggal. Tentunya ada faktor-faktor lain. Tapi faktor menjadi muda semakin penting itu nyata,” pungkas Mochtar.

AYO BACA : Adipati Dolken dan Canti Tachril Menikah Pekan Depan, Fans Mesti Sabar!

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar