Sampang Banjir Lagi, Warga Pertahankan Barang Berharga di Loteng

  Senin, 14 Desember 2020   Rizma Riyandi
Banjir di Sampang (Beritajatim.com)

SAMPANG, AYOSURABAYA.COM -- Banjir luapan sungai Kemuning serta banjir bandang air hujan kiriman dari wilayah tengah Kabupaten Sampang tiada henti menerjang pemukiman penduduk di kawasan perkotaan.

Dilansir dari Beritajatim.com, karena banjir selalu datang dan pergi, banyak warga enggan menurunkan barang elektroniknya dari atas loteng.

“Sementara ini barang elektronik saya masih diamankan di atas loteng, karena banjir masih sering datang dengan tiba-tiba,” kata Rahmad Kurniawan, warga korban banjir di Kelurahan Delpenang, Kecamatan/Kabupaten Sampang, Senin (14/12/2020).

Pria yang akrab disapa Wawan ini mengatakan, selama awal Desember 2020 ini, wilayahnya telah terendam banjir tiga kali dengan kurun waktu sekitar 5 hari.

“Sudah tiga kali banjir tetapi tidak dalam waktu berurutan dan kondisi ini akan terus berlangsung hingga Januari mendatang,” imbuhnya.

Terpisah, Anang Joenaidi kepala BPBD setempat membenarkan jika hari ini Sampang kembali dilanda banjir.

AYO BACA : 2 Pejambret di Jalan Kranggan Babak Belur Diamuk Massa

“Tetapi volumenya lebih rendah dari banjir Kamis lalu,” singkatnya.

Pantauan di lokasi, banjir yang melanda Sampang saat ini terdalam sekitar 50 Cm, sedangkan beberapa ruas jalan raya juga terendam banjir hingga memutuskan jalur tengah terutama menuju pantura.

Banjir Minggu Lalu

Banjir melanda sejumlah titik di Kabupaten Sampang dan Bangkalan Pulau Madura, Jawa Timur (Jatim).

Dilansir dari Republika.co.id, di Bangkalan banjir terjadi di Blega. Sedangkan di Sampang di sepanjang Jalan Raya Provinsi di Kecamatan Jrengik dan di Kecamatan Kedungdung.

\"Sejak sore, hingga malam ini antrean kendaraan memanjang di sepanjang Jalan Raya Jrengik, hingga ke perbatasan Kabupaten Bangkalan di Kecamatan Blega,\" kata Kasat Lantas Polres Sampang AKP Ayip Rizal, Rabu (9/12/2020) malam.

AYO BACA : COVID-19 KLASTER KELUARGA: Begini Cara Mencegahnya Agar Tidak Meluas

 Ia lebih lanjut menjelaskan, pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan Satuan Lalu Lintas Polres Bangkalan, mengingat banjir yang terjadi di perbatasan antara Kabupaten Sampang dengan Bangkalan juga telah menyebabkan kemacetan arus lalu lintas.

Menurut dia, kemacetan terjadi, karena ada beberapa kendaraan roda empat yang macet di tengah genangan air, sehingga kendaraan yang ada di belakangnya tidak bisa bergerak.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemkab Bangkalan Rizal Moris membenarkan kejadian itu.

Menurut Rizal, pihaknya telah menerjunkan tim ke lapangan guna memantau secara langsung dan mewaspadai kemungkinan terjadi banjir susulan mengingat di sebagian wilayah di Kabupaten Bangkalan hingga Rabu malam masih turun hujan dengan intensitas ringan hingga sedang.

\"Warga terdampak banjir sudah kami imbau untuk waspada, khawatir terjadi banjir susulan,\" katanya, menjelaskan.

Genangan banjir di beberapa titik di dua kabupaten ini antara 20 hingga 40 cm.

\"Kalau genangan tidak terlalu tinggi, akan tetapi jika hujan masih berlangsung seperti saat ini, khawatir genangan akan lebih tinggi,\" kata Kepala BPBD Pemkab Sampang Anang Joenaidi.

Sementara, untuk mengurai kemacetan lalu lintas, para personel TNI dari lokasi terdekat juga diperbantukan mengatur arus lalu lintas.

Selain banjir, hujan deras yang disertai angin kencang sepanjang Rabu (9/12) itu juga menyebabkan banyak pepohonan roboh dan aliran listrik yang terputus, baik di Kabupaten Sampang maupun di Kabupaten Bangkalan.

AYO BACA : Cari Kendaraan Niaga Mini? Ayo Intip Daihatsu Hijet Berusia Lebih dari Setengah Abad

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar