Kasus Covid-19 Melonjak, Jatim Pertimbangkan Terapkan PSBB

  Rabu, 16 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--PSBB (Ayobogor.com)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Penambahan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Jawa Timur terus mengalami peningkatan. Dalam enam hari terakhir, tepatnya mulai Kamis (10/12) hingga Selasa (15/12) terdapat penambahan 4.552 kasus Covid-19 baru di Jatim. Sehingga, jumlah kumulatif pasien Covid-19 di Jatim mencapai 71.369 orang.

Dilansir dari Republika.co.id, menanggapi lonjakan kasus Covid-19, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak mengaku telah menyiapkan sejumlah langkah. Di antaranya, menyiapkan ketersediaan ruang isolasi, memperbanyak angka tes Covid-19, dan meningkatkan Operasi Yustisi guna mendisiplinkan masyarakat dalam menegakkan protokol kesehatan.

AYO BACA : Zona Merah Makin Banyak, Pemda Diminta Serius Tangani Covid-19

"Tiga strategi ini bukan hal baru. Tetapi harus diintensifkan. Inilah sebabnya kami melakukan rapat koordinasi terkait Covid-19 antara Ibu Gubernur (Khofifah) dengan kepala daerah. Bertujuan untuk memastikan bahwa kita ambil sikap antisipatif bukan reaktif," ujar Emil di Surabaya, Rabu (16/12).

 Emil juga mengaku tengah mempertimbangkan kemungkinan diterapkannya kembali pembatasan sosial berskala besar (PSBB). Emil memyatakan, untuk sementara langkah yang diambil adalah dengan menggalakkan Operasi Yustisi. Namun, kata dia, jika dirasa perlu menerapkan PSBB, maka akan dibahas dengan pemangku kepengingan terkait.

AYO BACA : Diduga Mabuk, Artis Salshabilla Adriani Kabur Setelah Tabrak 2 Mobil Orang

"Saya rasa itu sedang dipertimbangkan (PSBB) formatnya. Kita sudah punya peraturan mengenai protokol kesehatan. Itu adalah landasan yang sudah cukup kuat. Tinggal melakukan peningkatan Operasi Yustisi. Tetapi bila dirasa perlu ada pembatasan spesifik saya rasa ini akan dibahas dengan seksama dengan pemangku kepentingan," ujar Emil.

Emil kembali mengingatkan, Operasi Yustisi akan ditingkatkan dalam beberapa pekan ke depan. Artinya, kata dia, ada penebalan jumlah personel petugas di lapangan. Selain itu, yang juga harus dilakukan yakni memastikan ketersediaan fasilitas rawat pasien Covid-19.

"Saya menitik beratkan ada pada satu yakni memastikan pada ketersediaan fasilitas rawat pada pasien Covid-19," kata dia.

Akibat lonjakan kasus Covid-19 tersebut, jumlah daerah yang menyandang status zona merah atau kategori berisiko tinggi juga bertambah. Semula hanya tida daerah zona merah, kini menjadi tujuh daerah. Tujuh daerah yang masuk kategori zona merah adalah Banyuwangi, Jember, Tuban, Kota Kediri, Kediri, Kota Blitar, dan Kota Malang.

AYO BACA : KPU Surabaya Gelar Rapat Pleno Rekapitulasi Suara, Suasana Tegang Hujan Interupsi

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar