8 Titik Pintu Masuk Mojokerto Bakal Ditutup Selama Malam Tahun Baru

  Senin, 21 Desember 2020   Rizma Riyandi
Mojokerto (Beritajatim.com)

MOJOKERTO, AYOSURABAYA.COM -- Guna menghindari kerumunan, delapan titik pintu masuk ke Kota Mojokerto akan ditutup selama perayaan malam tahun baru 2021.

Dilansir dar Beritajatim.com, hal tersebut disampaikan Kapolresta Mojokerto, AKBP Deddy Supriyadi saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin Semeru 2020 di Alun-alun Kota Mojokerto.

“Dari Polres Mojokerto Kota bersama Kodim 0815 dan Pemkot Mojokerto serta Pemkab melibatkan pengamanan kegiatan Operasi Lilin 2020 ini, sebanyak 196 personil Polri, 60 personil TNI dan masing-masing 30 personil dari Satpol PP, Dishub, Orari, Senpom, Rapi dan instansi terkait lainnya,” ungkapnya, Senin (20/12/2020).

AYO BACA : Kafe di Sememi Dirazia, 10 Orang Diamankan

Masih kata mantan Kapolres Sumenep ini, dalam pengamanan Operasi Lilin Semeru 2020 dimulai sejak tanggal 21 Desember sampai dengan 4 Januari 2021. Polresta Mojokerto sudah melakukan rapat koordinasi beserta lintas sektoral, hasilnya nantinya pengamanan kegiatan gereja serta perayaan malam tahun baru ada pembatasan.

“Pembatasan-pembatasan tersebut sesuai dengan proposal kesehatan. Alhamdulillah sebanyak 37 gereja sudah dilakukan pendekatan maupun asistensi dari Gugus Tugas sehingga dalam pelaksanaannya nantinya, insya Allah akan terselenggara sesuai dengan protokol kesehatan,” katanya.

Kegiatan di pusat-pusat wisata seperti mall, tempat karaoke, tempat hiburan dan tempat wisata lanjut Kapolresta, diharapkan tanggal 24 dan tanggal 31 Desember dilakukan penutupan sehingga tidak akan memunculkan kerumunan. Bagi pihak yang mencoba melakukan kerumunan maka akan dilakukan penindakan dan proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

AYO BACA : Jangan Datangi Tempat Ini Selama Musim Liburan!

“Kita sudah melakukan pendekatan kepada para tokoh agama, tokoh masyarakat yang membantu Polri maupun TNI ketika nanti ditemukan adanya kelompok-kelompok yang mencoba melakukan intoleransi ataupun membuat ricuh suasana Kamtibmas di masa Operasi Lilin Semeru 2020 ini,” urainya.

Kapolresta menambahkan, pihaknya siap melakukan penindakan dan memproses sesuai dengan ketentuan hukum berlaku. Pihaknya juga sudah memprediksi adanya berbagai ancaman seperti terorisme dan penggunaan kembang api serta petasan di perayaan akhir tahun.

“Yang menjadi himbauan bagi kami, bagi para pihak yang akan melakukan penjualan petasan, terompet maupun kembang api agar tidak melakukan dulu aktivitas penjualannya. Karena nanti jika ditemukan akan dilakukan penindakan dan proses sesuai dengan prosedur yang berlaku. Alasannya agar tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.

Pada malam pergantian tahun baru atau tanggal 31 Desember, tambah Kapolresta, pihaknya akan melakukan penutupan delapan titik pintu masuk yang akan mengarah ke Kota Mojokerto. Seperti di Alun-alun, Benteng Pancasila dan tempat-tempat keramaian lainnya.

“Ataupun di 8 titik menjelang pintu masuk Kota Mojokerto, tujuannya untuk menghindari adanya kerumunan-kerumunan di malam tahun baru nanti. Ada cek poin di delapan titik itu. Konvoi maupun balapan liar dengan menggunakan knalpot akan kita lakukan penindakan, kita sudah siap dengan personil yang akan untuk melakukan penindakan,” tegasnya.

AYO BACA : Waspada! Jambret di Surabaya Merajalela, 5 Kali dalam Sepekan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar