284 Kasus Kekerasan terhadap Anak-Perempuan Terjadi di Jatim

  Kamis, 24 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Kekerasan anak dan perempuan (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Surabaya mencatat korban kekerasan terhadap perempuan dan anak di Jawa Timur (Jatim) mencapai angka 551 korban dari 284 kasus selama 2020. Data tersebut berasal dari beberapa pengaduan langsung di LBH Surabaya dan hasil monitoring dari media cetak dan daring.

AYO BACA : Daftar Harga Samsung S21 Series

Dilansir dari Republika.co.id, Direktur LBH Surabaya Abdul Wachid mengatakan, bentuk pelanggaran yang kerap terjadi terhadap perempuan pada 2020 adalah kekerasan dalam rumah tangga. Kemudian, bentuk pelanggaran kekerasan nonfisik, yaitu kekerasan berbasis gender online.

AYO BACA : 5 Buah-buahan yang Ampuh Turunkan Berat Badan dalam Sekejap

\"Suami menempati posisi pertama sebagai pelaku pelanggaran terhadap hak perempuan, dan disusul pelaku selanjutnya adalah kelompok sipil yang terdiri dari kekasih korban, teman dan bahkan kerabat dekat korban,\" katanya dalam keterangan tertulis, Rabu (23/12).

Ia menjelaskan, dengan kasus pelanggaran terhadap hak perempuan banyak terjadi di Kota Surabaya (12 kasus) disusul oleh Kabupaten Sidoarjo(3 Kasus), Mojokerto (1 Kasus) dan Jombang (1 kasus). \"Bentuk pelanggaran yang kerap terjadi terhadap anak pada 2020 adalah penganiayaan dan disusul kemudian bentuk kekerasan pemerkosaan dan pencabulan,\" ucapnya.

Menurutnya, orang tua menempati posisi pertama sebagai pelaku pelanggaran terhadap hak anak dan disusul pelaku selanjutnya adalah keluarga, guru, teman, dan tetangga yang masing-masing. \"Kasus pelanggaran terhadap hak anak banyak terjadi di Kota Surabaya (4 kasus) disusul oleh Kabupaten Sidoarjo (2 Kasus), dan Sampang (1 Kasus),\" katanya.

Ia menambahkan, pemantauan LBH Surabaya terkait perlindungan dan pemenuhan terhadap hak perempuan dan anak di Jawa Timur dilakukan mulai Januari hingga Desember 2020.

AYO BACA : Mengapa Desember Identik Sering Terjadi Tsunami? Ini Kata BMKG

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar