KPK Diminta Selidiki Anak Pejabat Jadi Makelar Izin di Surabaya

  Jumat, 25 Desember 2020   Rizma Riyandi
Pembangunan gedung di Surabaya amblas diduga ada keterlibatan makelar izin. (Jatimnow)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diminta menyelidiki informasi anak pejabat Pemkot Surabaya yang bermain dalam urusan perizinan alias makelar izin.

Dilansir dari Republika.co.id, permintaan itu disampaikan Wakil Ketua Bidang Media & Komunikasi Publik DPW Partai NasDem Jatim Vinsensius Awey atau Awey tentang beredarnya kabar tidak mengenakkan tersebut. Awey ingin agar tudingan tersebut tidak menjadi fitnah dan zalim.

AYO BACA : Whisnu Sakti Buana Resmi Jadi Plt Walikota Surabaya

"Supaya tidak ada lagi fitnah maupun zalim ataupun desas-desus yang selama ini telah berjalan sekian lamanya. Saya pikir daripada menjadi sebuah tanda tanya besar selama ini apakah putra dari pejabat Pemerintah Kota Surabaya yang selama ini diisukan terlibat diberbagai perizinan yang ada di Kota Surabaya," ujar Awey, Rabu (23/12/2020).

Dalam hal pembuktian itu, ia berharap agar KPK memfollow up segala laporan dari warga terkait kebenaran atau tidaknya tudingan tersebut.

AYO BACA : Jadi Pendatang, Terduga Teroris di Mojokerto Nikahi Janda 4 Anak

"Maka dari pada desas-desus menjadi fitnah dan menjadi zalim, tidak ada salahnya laporan-laporan yang selama ini telah diberikan oleh warga Surabaya kepada KPK," jelasnya.

"Tidak ada salahnya KPK segera dapat memfollow up dari laporan warga tersebut untuk membuktikan apakah selama ini perizinan proyek-proyek besar itu telah melibatkan putra dari pejabat pemerintah kota Surabaya," imbuhnya.

Dia berkeyakinan bahwa Komisi anti rasua itu dapat menelusuri sehingga dapat menjadikan sebuah titik terang terhadap tudingan tersebut.

"Jadi saya pikir ini jalan terbaik KPK dapat menelusurinya segera mungkin dan ini bisa menjadi titik terang apakah laporan itu menjadi benar ataupun tidak," katanya.

AYO BACA : Densus 88 Tangkap Terduga Teroris di Mojokerto

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar