Libur Akhir Tahun, 30 % Wisatawan Batalkan Reservasi Hotel di Malang

  Sabtu, 26 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi hotel (pixabay)

MALANG, AYOSURABAYA.COM -- Sekitar 30 persen wisatawan telah membatalkan reservasi di 70 hotel Kota Malang. Hal ini terjadi karena adanya penerapan aturan pemerintah terkait libur akhir tahun.

AYO BACA : Whisnu Sakti Buana Resmi Jadi Plt Walikota Surabaya

\"Intinya itu banyak tamu yang membatalkan rencana kunjungan dan berwisata ke Kota Malang karena bukan hanya kebijakan kota di Malang tapi juga hampir nasional ya. Karena di samping itu penutupan tempat wisata dan sebagainya berpengaruh, tapi memang dalam rangka mengatasi pandemi ini,\" kata Ketua PHRI Kota Malang Agoes Basuki kepada Republika.co.id, Jumat (25/12).

AYO BACA : Jadi Pendatang, Terduga Teroris di Mojokerto Nikahi Janda 4 Anak

Menurut Agoes, pembatalan reservasi tidak memiliki pengaruh besar terhadap keberlangsungan hotel. Pasalnya, tingkat okupansi hotel untuk sementara sudah mencapai 40 persen. Adapun rata-rata target okupansi hotel di Kota Malang selama libur akhir tahun sekitar 50 sampai 60 persen.

Capaian okupansi sekitar 40 persen sudah cukup mengobati bisnis hotel di Kota Malang. PHRI optimis target yang diharapkan dapat tercapai apalagi kesadaran wisatawan sudah cukup baik. Mereka bersedia menunjukkan hasil uji cepat (Rapid Test) sebagai persyaratan sesuai aturan berlaku.

\"Jadi tidak ada masalah, memang harus mematuhi (aturan). Kalau enggak itu, ya enggak turun-turun (kasus Covid-19),\" jelasnya.

Agoes berharap pandemi Covid-19 di dunia termasuk Indonesia segera berlalu. Dengan demikian, bisnis perekonomian di Indonesia dapat berjalan normal kembali. Selain itu, kesehatan masyarakat juga dapat terjaga dengan baik nantinya.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar