Ini Alasan Orang Keluar dari Grup WhatsApp

  Minggu, 27 Desember 2020   Adi Ginanjar Maulana
Logo WhatsApp

Berdasarkan pengamatan saya selama ini, ada banyak alasan mengapa seseorang memilih keluar dari grup WhatsApp (WA). Salah satunya karena terjadi perdebatan yang berujung konflik dengan salah satu anggota grup. Sehingga ia memilih keluar karena merasa sudah tidak nyaman bergaul dalam grup WA tersebut.

Saya pernah mengalaminya. Suatu ketika ada seseorang yang memasukkan saya ke dalam sebuah grup WA alumni sekolah. Sebenarnya saya merasa senang karena bisa bersua di dunia maya dengan teman-teman sekolah yang sudah bertahun-tahun lamanya tak pernah bertemu. 

Awalnya, sesama anggota saling bercanda, ngobrol ngalor-ngidul, dan seterusnya. Namun lama kelamaan, saya merasa ada hal yang membuat tidak nyaman, tepatnya ketika ada salah satu anggota grup yang membuat saya tak nyaman dan berujung bersitegang hanya karena persoalan yang sebenarnya remeh. Meski saya sudah berusaha berbaikan dengannya, tapi entah mengapa suasana di grup sudah tidak nyaman sehingga akhirnya saya pun memilih keluar dari grup tersebut.

Memasukkan nomor telepon seseorang tanpa meminta izin terlebih dahulu ke dalam grup juga bisa menjadi alasan seseorang keluar dari grup WA. Menurut saya, memang tidak etis bila memasukkan nomor telepon seseorang ke dalam sebuah grup WA tanpa izin terlebih dahulu. Kita tentu sepakat, nomor telepon adalah termasuk ke dalam privasi seseorang. Artinya, setiap orang tidak akan gegabah dan sembarangan memberikan nomor selulernya kepada orang-orang. Terlebih orang yang belum dikenalnya. Oleh karenanya, bila kita memiliki sebuah grup WA dan kita ingin memasukkan nomor telepon seseorang, seyogianya kita minta izin terlebih dahulu. Karena bisa saja ia merasa keberatan dimasukkan ke dalam grup tersebut. 

Banyaknya postingan yang tidak berfaedah juga dapat menjadi alasan seseorang keluar dari grup WA. Saya kerap melihat anggota grup yang kerap memposting atau menge-share berita-berita dan video yang sangat tidak penting, bahkan cenderung masuk dalam konten yang tidak pantas untuk dilihat. Hal tersebut tentu menjadikan anggota grup lain merasa risih, sebal, bahkan geram dan marah. Bisa saja ia merasa dipermalukan dengan postingan video tak pantas tersebut ketika ia secara tak sengaja membuka WA di tengah keramaian dan ada orang lain yang melihatnya. Bisa-bisa menganggapnya sebagai orang yang gemar menonton tayangan tak pantas itu. Oleh karenanya, bila kita berada dalam sebuah grup WA, pikir dan renungkan matang-matang sebelum memosting gambar, menyebarkan berita, atau membagikan video.

Tentu masih banyak alasan lain (yang tak saya uraikan dalam tulisan saya kali ini) yang menyebabkan seseorang memilih keluar dari grup WA, misalnya karena merasa tersinggung atau tersindir dengan komentar atau postingan salah satu anggota. Maka dari itu, berhati-hatilah ketika kita tergabung dalam sebuah grup. Bijaklah dalam menulis atau memberikan komentar. Hormati hak dan privasi setiap anggota. Renungi sebelum menulis, memosting gambar atau video. 

Ingatlah bahwa bahasa tulisan dan lisan itu sangat jauh berbeda. Apa yang kita tulis, meski sejatinya guyonan, bisa saja membuat orang lain tersinggung. Semoga tulisan ini bermnafaat dan dapat menjadi renungan bersama. Wallahu a’lam bish-shawaab.

Sam Edy Yuswanto

Penulis lepas, tulisannya tersebar di berbagai media, lokal hingga nasional. 

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar