Malam Tahun Baru, Pemkot Surabaya Bakal Razia Penjual Terompet

  Selasa, 29 Desember 2020   Rizma Riyandi
Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana. (Dok. Pemkot Surabaya)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Razia pedagang terompet akan dilakukan serentak di 31 kecamatan Kota Surabaya, Jawa Timur (Jatim), menjelang malam Tahun Baru 2021. Langkah ini dilakukan untuk mencegah potensi penularan Covid-19 melalui droplet atau percikan air liur.

Dilansir dari Republika.co.id, Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana, mengatakan, pengawasan atau razia serentak tidak hanya di tempat berpotensi terjadi kerumunan, tapi juga di pasar, toko, pusat-pusat perbelanjaan hingga perbatasan atau pintu masuk ke Kota Surabaya.

AYO BACA : Digelar 2 Hari, Hajatan di Bojonegoro Malah Dibubarkan

\"Yang pasti akan ada operasi besar-besaran, camat sudah kamiinstruksikan untuk melarang penjualan terompet dan pembatasan penjualan kembang api,\" kata Whisnu di Kota Surabaya, Selasa (29/12).

Selain itu, lanjut Whisnu, Pemkot Surabaya juga telah mengeluarkan surat edaran terkait pembatasan operasional aktivitas usaha di Surabaya saat malam tahun baru. Pembatasan operasional usaha pada 31 Desember 2020 yaitu hanya hingga pukul 20.00 WIB.

AYO BACA : Risma Bakal Diundang Resmikan 2 Proyek di Surabaya

\"Semua (aktivitas usaha) pukul 20.00 WIB tutup saat malam tahun baru. Itu sudah kita tetapkan bersama Forkopimda (Forum Komunikasi Pimpinan Daerah) dan nanti kami tegaskan juga, sosialisasikan lewat para camat,\" ujar politikus PDIP itu.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Eddy Cristijanto mengatakan, selama malam pergantian tahun, pihaknya memperketat pengamanan khususnya di pusat keramaian seperti mal, kafe dan restoran.

Menurut dia, Pemkot Surabaya sudah mengeluarkan surat edaran kepada pelaku usaha seperti mal, restoran dan kafe agar jam operasional saat malam pergantian tahun, yakni 31 Desember 2020 dibatasi hingga pukul 20.00 WIB. Eddy mengatakan bagi pelaku usaha yang masih melanggar aturan jam operasional akan ditindak tegas dengan diberi sanksi administrasi.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mengimbau warga tidak menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan saat malam pergantian tahun, baik di tempat umum atau di perkampungan penduduk.

\"Untuk kegiatan perayaan malam tahun baru instruksi langsung untuk ditiadakan perayaan malam tahun baru. Kampung juga tidak boleh melaksanakan perayaan malam tahun baru,\" kata Eddy.

AYO BACA : Gengster di Surabaya Makin Beringas, Tak Segan Bacok Orang

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar