Kyai di Bangkalan Cabuli Santri, Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

  Rabu, 30 Desember 2020   Rizma Riyandi
Ilustrasi--Kekerasan seksual (Beritajatim.com)

BANGKALAN, AYOSURABAYA.COM -- Kasus pencabulan diduga dilakukan oleh oknum Kyai di salah satu pondok pesantren di Kecamatan Blega, Kabupaten Bangkalan memasuki babak baru. Satreskrim Polres telah menetapkan oknum kyai tersebut sebagai tersangka.

AYO BACA : Limbah Kasur dan Rob Jadi Penyebab Utama Banjir di Surabaya

Dilansir dari Beritajatim.com, Kasatreskrim Polres Bangkalan, AKP Agus Sobarnapraja membenarkan penetapan tersangka dan saat ini telah dibawa ke Polres untuk pemeriksaan lebih lanjut.

AYO BACA : Penumpang Angkutan Umum ke Jatim Turun 43%

“Ya betul, sudah kami tetapkan sebagai tersangka dan kami tahan,” jelasnya, Selasa (29/12/2020).

Ia juga mengatakan, kasus pencabulan terhadap santriwati yang sebelumnya ditangani oleh Polsek Blega telah dilimpahkan ke unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA).

Sebelumnya, inisial RS (47) asal Kecamatan Galis sekaligus orangtua korban baru mengetahui aksi bejat tersebut usai putrinya enggan kembali ke ponpes. Korban mengaku telah dipaksa oleh kyai tersebut sejak tahun 2016 lalu ketika korban masih berusia 16 tahun.

Lalu RS melaporkan kasus tersebut dan berharap tersangka mendapatkan hukuman yang setimpal. Sebab telah melakukan aksi bejat kepada putrinya.
“Dampak psikologis tentu sangat dirasakan oleh anak kami. Kami berharap, tersangka dihukum seberat-beratnya,” jelas RS.

AYO BACA : Beda dengan Pemkot Surabaya, Polres Bangkalan Tidak Akan Tutup Jembatan Suramadu

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar