Madura United Bubarkan Tim

  Rabu, 30 Desember 2020   Rizma Riyandi
Madura United

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Manajemen Madura United FC mengeluarkan kebijakan membubarkan pemain. Hal ini dilakukan menyusul belum adanya kejelasan seputar lanjutan kompetisi Liga 1 oleh PSSI maupun PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebagai regulator kompetisi.

Dilansir dari Beritajatim.com, bahkan beberapa pemain di antaranya juga sudah terikat kontrak bersama klub lain, salah satunya Syahrian Abimanyu yang meneken kontrak bersama klub elit asal Negeri Jiran Malaysia, Johor Darul Ta’zim, beberapa waktu lalu.

“Untuk sementara kita fokus melakukan berbagai pembenahan sesuai instruksi Presiden Klub (Achsanul Qosasi), salah satunya pembenahan administrasi dan infrastruktur yang kita siapkan untuk memenuhi syarat atau standar AFC dan FIFA,” kata Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Zia Ul Haq Abdurrahim, Rabu (30/12/2020).

AYO BACA : Razia Kosan, Satpol PP Amankan 2 Pasangan Kumpul Kebo

Dari itu, pihaknya mengeluarkan kebijakan dengan membubarkan pemain guna mengurangi beban klub di tengah pandemi Coronavirus Disiase 2019 alias Covid-19. Terlebih tanpa adanya kejelasan dari PSSI maupun PT LIB seputar lanjutan kompetisi Liga 1 yang dijadwalkan kembali bergulir pada Februari 2021 mendatang.

“Namun yang pasti, semua hak pemain sudah tuntas dan pembubaran tim sudah selesai. Saat ini kami tinggal menunggu kepastian dari PSSI dan PT Liga dalam hal jadwal pasti kompetisi 2021,” ungkap pria yang akrab disapa Habib Zia.

Hal tersebut disampaikan selaras dengan komitmen awal, di mana pihaknya sangat getol menyuarakan kompetisi Musim 2020 dihentikan dan fokus untuk kompetisi musim 2021.

AYO BACA : Ada Potensi Tsunami Selatan Jawa, Waspada!

“Dari awal kami sudah merekomendasikan agar kompetisi 2020 dihentikan permanen. Hanya saja PSSI dan PT LIB tetap memaksa untuk dilanjut. Sehingga kalau misal kompetisi ini kembali dihentikan, tentunya akan menjadi lelucon nasional bahkan internasional,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Presiden Madura United FC, Achsanul Qosasi melalui salah satu jejaring media sosial (medsos) pribadinya.

“Kami tidak ingin larut dalam pandemi (Covid-19) ini, ketidakjelasan ini sulit diungkap untuk sekedar berharap,” kata AQ (sapaan akrab Achsanul Qosasi.

“Saya minta kepada direksi dan manajer klub untuk membenahi sistem administrasi internal dan melakukan konsolidasi perbaikan, terutama sisi administrasi, infrastruktur dan pendukung lainnya dengan membangun, merenovasi tempat latihan MUFA (Madura United Football Academy),” jelas AQ.

Proses pembenahan berbagai sektor tersebut juga diharapkan nantinya tuntas sesuai harapan, yakni Februari 2021 mendatang. “Semoga Februari 2021 sudah bisa digunakan untuk training ground yang baik sesuai standar AFC dan FIFA,” pungkasnya.

AYO BACA : Kyai di Bangkalan Cabuli Santri, Akhirnya Ditetapkan Jadi Tersangka

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar