Viral Video Warga Gresik Siram Pemobil Pakai Air Banjir, Begini Komentar Netizen

  Rabu, 30 Desember 2020   Adi Ginanjar Maulana
Warga siram pengendara mobil pakai air banjir [Instagram/@memomedsos]

GRESIK, AYOSURABAYA.COM--Sebuah mobil pikap tampak datang dari jauh dan pengemudinya nekat menerobos banjir kendati sudah diberi aba-aba oleh warga di Kabupaten Gresik.

Diduga lantaran tak mengindahkan aba-aba warga, pengemudi itu lantas dilempari air genangan yang membanjiri jalan raya tersebut.

Tak hanya jengkel dan melempar air, beberapa warga juga tampak berlari mengejar si pengemudi yang nekat dan dianggap tak sopan itu.

Video warga melempar air banjir ke pengemudi mobil itu pun menuai beragam reaksi dari warganet.

Ada yang merasa tindakan warga tersebut wajar, sebagian lainnya menilai bahwa aksi tersebut berlebihan.

"Pernah ngerasain sih, emang kesal banget depan rumah kebanjiran pas di depan pintu mobil nekat lewat gitu ait yang tadinya enggak masuk rumah jadi masuk," komentar @remii****.

"Ya namanya jalan raya, ya buat dipakai jalan lah, masa mau terbang," komentar @oranamin*****.

Sementara itu, ada pula warganet yang menuding bahwa mobil tersebut merupakan mobil pencuri elpiji

"Itu mobil pelan sebenernya dan itu di daerah saya, karena warga menduga itu adalah pelaku pencurian elpiji beberapa waktu lalu di daerah situ karena mobilnya sama persis." tulis @m_sh****.

Banjir juga Genangi Surabaya

Tak hanya Gresik, air banjir juga menggenangi sejumlah kawasan di Surabaya.

Tingginya intensitas curah hujan serta banyaknya sampah yang menyumbat saluran menjadi salah satu faktor utama penyebab seringnya terjadi banjir di beberapa titik di wilayah Surabaya bagian barat.

Berdasarkan laporan BMKG Juanda, ada kecenderungan kenaikan elevasi air laut dalam dua hari terakhir, sedangkan puncaknya diprediksi pada 31 Desember 2020 nanti.

"Makanya ini juga akan kami antisipasi. Kami akan rapat khusus bagaimana menangani itu agar tidak sampai ada genangan yang lebih lama," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana di Surabaya, Rabu (30/12/2020).

Ia menjelaskan, karena elevasi air laut naik, sehingga beberapa pompa di Balongsari itu harus dimatikan. Ini dilakukan agar air itu tidak meluber ke pemukiman warga di sekitar sehingga proses surutnya genangan yang terjadi di beberapa titik itu menjadi lebih lama.

"Karena hanya satu pompa, sehingga genangan surutnya membutuhkan waktu yang lama," ujarnya.

Menurut dia, wilayah Barat Surabaya ini berbeda dengan Surabaya Timur. Untuk Surabaya Barat, lanut dia, minim lahan untuk resapan air karena langsung berbatasan dengan banyaknya bangunan pabrik.

Hal ini berbeda dengan kondisi wilayah Surabaya Timur yang masih ada mangrove dan tambak, sehingga tidak terlalu signifikan walaupun air laut itu naik.

"Nah ini yang perlu kita evaluasi nanti di Surabaya Barat, kalau misalkan memungkinkan perlu kami rancang bikin waduk atau bozem yang lebih besar lagi," katanya.

Selain itu, Whisnu mengatakan saat terjadi banjir di Surabaya barat pada Senin (28/12), petugas Dinas PU dan Bina Marga juga menemukan limbah kasur yang menyumbat saluran box culvert. Hal itu yang kemudian mengakibatkan aliran air saat hujan deras kemarin menjadi tidak lancar, sehingga terjadi genangan.

"Di Sukomanunggal petugas menemukan tiga kasur di box culvert," tuturnya.

Oleh karena itu, kata Whisnu, perlu adanya kesadaran bersama masyarakat agar tidak membuang sampah sembarangan terutama di sungai yang kemudian merugikan banyak orang.

"Kita juga lakukan imbauan lewat camat dan lurah agar kesempatan hujan itu tidak malah buang sampah di sungai," katanya.

Ia berharap, masyarakat sadar akan pentingnya kebersihan dan membuang sampah di tempat yang telah disediakan. Sebab, kata dia, untuk mencegah terjadinya genangan, juga diperlukan peran serta dan kesadaran dari masyarakatnya.

"Kami imbau juga kepada seluruh masyarakat Surabaya agar ikut membantu pemerintah kota menjaga kota ini. Jangan sampai yang seperti itu terulang terus," pungkasnya.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar