Terapkan Protokol Penerbangan, Garuda Tak Akan Singgahi Bandara Changi

  Kamis, 31 Desember 2020   Rizma Riyandi
Garuda Indonesia (Republika)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Pandemi Covid-19 yang masih berlangsung memaksa maskapai ikut menerapkan protokol kesehatan penerbangan. Guna mematuhi kebijakan tersebut, Garuda Indonesia pun tidak akan lagi singgah atau transit di Bandara Changi, Singapura.

Berdasarkan informasi mengenai kebijakan operasional penerbangan terkait Covid-19 yang diakses pada www.garuda-indonesia.com, maskapai dalam negeri ini tidak diperbolehkan untuk transit di Singapura sampai waktu yang tidak ditentukan. Berikut informasi yang dibagikan manajemen Garuda Indonesia:

Garuda Indonesia mendukung penuh kebijakan pemerintah Republik Indonesia dan juga pemerintah daerah setempat dalam rangka penyebaran COVID-19 di Indonesia yang tertuang dalam:

AYO BACA : Bikin Heboh Usai Melintas di Jalur Roda 4 Suramadu, Pengendara Moge Akhirnya Minta Maaf

- Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 No 9 tentang Kriteria dan Persyaratan Perjalanan Orang dalam Masa Adaptasi Kebiasaan Baru Menuju Masyarakat Produktif dan Aman Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
\n- Surat Edaran Menteri Kesehatan Nomor HK.03.01/MENKES/338/2020 tentang Protokol Kesehatan Penanganan Kepulangan Warga Negara lndonesia (WNl) dan Kedatangan Warga Negara Asing (WNA) dari Luar Negeri di Bandar Udara Soekarno Hatta dan Bandar Udara Juanda
\n- Surat Edaran Nomor HK.02.01/MENKES/382/2020 Tentang Protokol Pengawasan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri di Bandar Udara dan Pelabuhan Dalam Rangka Penerapan Kehidupan Masyarakat Produktif dan Aman Terhadap Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)
\n- Surat Edaran Kementerian Perhubungan 22 Tahun 2020 Tentang Petunjuk Pelaksana Perjalanan Orang dengan Transportasi Udara Selama Masa Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 dalam Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19)

Bahwasanya orang yang diperbolehkan melakukan perjalanan/penerbangan adalah sebagai berikut:

Penerbangan Internasional

AYO BACA : Jalur Pendakian Gunung Semeru Ditutup Total Hingga Maret 2021

- Keluar Indonesia: Mengacu ke informasi atau ketentuan pada website pemerintah, kedutaan dan otoritas terkait dari negara tujuan atau laman resmi IATA. Sehubungan dengan kebijakan otoritas Singapura, penerbangan transit melalui Bandar Udara Changi, Singapura tidak diperkenankan hingga pemberitahuan lebih lanjut.
\n- Masuk ke Indonesia: Berdasarkan Surat Edaran Satgas Penanganan Covid-19 Nomor 4 Tahun 2020, Efektif 1 - 14 Januari 2021, Warga Negara Asing tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia. Pengecualian bagi Warga Negara Asing yang boleh masuk ke Indonesia silahkan klik Restriksi Perjalanan Masuk ke Indonesa untuk informasi lebih lanjut. Bagi Warga Negara Asing yang tiba di Indonesia pada 28 - 31 Desember 2020 mengikuti ketentuan dalam Adendum SE Satgas Penanganan Covid-19 No.3/2020. Tidak ada pembatasan pada Warga Negara Indonesia untuk memasuki wilayah Indonesia selama mengikuti persyaratan dokumen yang berlaku.
\n         
\nPenerbangan Domestik

- Setiap orang diperbolehkan melakukan penerbangan selama membawa Surat Kesehatan dengan hasil tes bebas COVID-19 sesuai dengan ketentuan daerah tujuan penerbangan sebagaimana tabel dibawah.
\n- Adapun bagi penumpang yang berangkat dari daerah yang tidak memiliki fasilitas tes COVID-19, dapat digantikan dengan surat keterangan bebas gejala influensa yang di keluarkan dokter Rumah Sakit/Puskesmas setempat.

Masa Berlaku Surat Kesehatan
\nBerdasarkan ketentuan Surat Edaran Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 berikut adalah ketentuan masa berlaku Surat Kesehatan berdasarkan jenisnya:

- Penerbangan Dari / ke / Intra Pulau Jawa: surat kesehatan dengan hasil negative dari hasil tes Rapid Antigen berlaku maksimal 3 x 24 jam atau hasil negative dari hasil tes RT-PCR berlaku maksimal 7 x 24 jam sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan
\n- Penerbangan bukan dari / ke / Intra Pulau Jawa: surat kesehatan dengan hasil negative dari hasil tes PCR / Rapid Antigen atau hasil non-reaktif dari hasil tes Rapid Antibodi berlaku maksimal 14 hari sejak diterbitkan oleh fasilitas kesehatan
\n- Untuk beberapa destinasi penerbangan berlaku persyaratan tambahan/khusus lainnya, informasi rinci pada table dibawah ini.

AYO BACA : Mabuk dan Bikin Gaduh, Pria Ini Dibacok Warga karena Mengesalkan

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar