Kekerasan Seksual di Jatim Selama 2020 Mencapai 1887 Kasus

  Jumat, 01 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi kasus kekerasan seksual.(pixabay)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM--Jumlah kasus kekerasan di Jawa Timur selama 2020 mencapai 1.887, yang di antaranya didominasi kekerasan seksual.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Kependudukan (DP3AK) Jatim Andriyanto menuturkan kasus yang mendominasi adalah kekerasan seksual, yakni 742 kasus dengan presentase 39,32 persen. 

"Dibanding tahun 2019 lalu, jumlah kekerasan terhadap perempuan dan anak memang meningkat," katanya, Jumat (1/1/2021). 

"Tahun sebelumnya tercatat ada 1.600, sedangkan pada 2020 sebanyak 1.887 kasus," imbuhnya. 

Selanjutnya diikuti kasus kekerasan fisik. DP3AK mencatat, ada 618 kasus atau 32,75 persen. Lalu, kekerasan psikis 532 kasus atau 28,19 persen. Dalam kasus penelantaran, ada 224 kasus atau 11,87 persen. 

"Kasus trafficking masih ada dengan sebanyak 19 kasus atau 1,01 persen. Sisanya lain-lain 14,10 persen atau 266 kasus," tandas Andriyanto. 

Andriyanto menambahkan, pihaknya terus berupaya menekan angka kekerasan pada perempuan dan anak. Salah satunya opsinya yakni mengoptimalkan layanan korban di Pusat Pelayanan Terpadu (PPT) di Rumah Sakit Bhayangkara. 

Tak hanya itu, DP3AK pun membentuk desk konseling paripurna. Pembentukan tersebut, lanjut Andriyanto, di lima Bakorwil untuk memberikan layanan kepada masyarakat, baik offline maupun online. 

"Pemberdayaan kepada korban dengan memberikan pelatihan-pelatihan peningkatan ekonomi keluarga diberikan. Kerjasama dengan Organisasi Sosial Perempuan dalam rangka pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak," tutupnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar