Pandemi Covid-19, Jumlah Anggota Asita Jatim Merosot

  Sabtu, 02 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Logo Asita

SURABAYA, AYOSURABAYA COM - Pandemi Covid-19 berdampak hebat beragam sektor di Indonesia. Hal tersebut juga dirasakan Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Jatim.

Ketua DPD Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Jatim, Imam Mahmudi menjelaskan dampak pandemi tak hanya menghancurkan bisnis travel asosiasinya. Namun juga mengurangi jumlah keanggotaan.

Imam mengatakan, sebelum Pandemi Covid-19 melanda Indonesia, anggota Asita berjumlah 700 pemilik Tour and Travel. Karena sepi peminat dan regulasi yang ribet, anggota Asita berkurang lebih dari 50 persen.

"Total seluruh anggota kami ada 700, itu seluruh daerah di Jatim. Pertengahan tahun kemaren berkurang jadi 400, lalu turun lagi sampai akhir tahun kemaren tinggal 200 saja yang masih aktif. Ya berkurang derastis," kata Mahmud kepada AyoSurabaya.com, Sabtu (2/1/2021).

Kendati demikian, Mahmud tetal menmotivasi seluruh anggota beserta keluarga mereka. Menurutnya, kondisi pagebluk ini adalah ujian berat yang pasti bisa dilalui mereka.

Mahmud menegaskan pihaknya akan tetap mengadakan promo dalam waktu dekat. Ia menganggap solusi vaksinasi yang dilakukan pemerintah membuat harapan baru bagi para anggota Asita Jatim.

"Yang pasti kami akan menggalakan lagi beragam promo dan event seperti sebelumnya ya, karena sudah dibahas di video Zoom (aplikasi media sosial). Yang pasti kita akan membuat inovasi agar asita bangkit lagi seperti sedia kala setelah pandemi berakhir," harapnya.

Selain itu, imbuh Mahmud, pihaknya menginginkan vaksinasi segera mungkin dilakukan. Dengan begitu kegiatan Asita dapat normal kembali dan masyarakat tak takut untuk bepergian. 

"Apalagi vaksin kan sudah ada, jadi pemerintah bisa segera melaksanakannya (vaksinasi) ke masyarakat. Harapannya ya semoga menjadi kembali lagi seperti semula lah, kami juga ingin pemerintah mencari solusi yang paling tepat agar kondisi seperti ini tidak berkelanjutan," beber dia.

Pria yang juga berprofesi sebagai advokat itu juga ingin pemerintah tak membuat regulasi yang berbelit. Sebab, selain menyulitkan pihaknya untuk menjalankan bisnis travel lagi, dirasanya dapat mempersulit masyarakat luas dalam mengais rejeki.

Ia pun mendukung prokes yang ketat dalam segala kegiatan. Tak hanya meminimalisir atau mencegah penularan, Mahfud menilai hal tersebut juga membuat rasa aman dan nyaman kepada khalayak. Begitu pula dengan asosiasi yang dipimpinnya.

"Prokes itu wajib ya di semua kegiatan, tak hanya di travel saja, tapi juga di semuanya. Biar masyarakat tetap merasa aman dan nyaman dalam beraktifitas," tandasnya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar