Kematian Tenaga Medis Indonesia Tertinggi di Asia

  Minggu, 03 Januari 2021   Rizma Riyandi
Kematian Tenaga Medis Indonesia Tertinggi di Asia.

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Selama 10 bulan pandemi Covid-19 melanda Indonesia telah terjadi kasus kematian sebanyak 37 dokter, 15 dokter gigi, 171 perawat, 64 bidan, 7 apoteker, dan 10 tenaga lab medik. Angka kematian tenaga medis dan kesehatan di Indonesia tercatat paling tinggi di Asia, dan 5 besar di seluruh dunia. Bahkan, sepanjang bulan Desember 2020 mencatat 52 (lima puluh dua) tenaga medis meninggal akibat Covid. Angka ini naik hingga 5 (lima) kali lipat dari awal pandemi.

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Dilansir dari Beritajatim.com, Ketua Tim Mitigasi IDI dr. Adib Khumaidi, SpOT, mengatakan bahwa peningkatan kasus Covid merupakan dampak dari akumulasi peningkatan aktifitas dan mobilitas yang terjadi belakangan ini. Misalnya berlibur, Pilkada (Pemilihan Kepala Daerah), dan aktifitas berkumpul bersama teman, dan keluarga yang tidak serumah.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Meski pemerintah sudah menyiapkan vaksin yang akan diberikan secara gratis kepada masyarakat Indonesia secara bertahap, bukan berarti vaksin tersebut dapat menjadi obat Covid.

“Vaksin dan vaksinasi adalah upaya yang bersifat preventif dan bukan kuratif. Meski sudah ada vaksin dan sudah melakukan vaksinasi, kami mengimbau agar masyarakat tetap menjalankan protokol kesehatan dengan ketat karena risiko penularan saat ini berada pada titik tertinggi dimana rasio positif Covid pada angka 29,4 persen,” ujar dr. Adib.

Adib pun mengingatkan bahwah situasi akan bisa menjadi semakin tidak terkendali jika masyarakat tidak membantu dengan meningkatkan kepatuhan terhadap Protokol Kesehatan 3M, yakni mencuci tangan, memakai masker, dan menjaga jarak. Selain itu, pihak IDI juga mengingatkan kepada pemerintah dan pengelola fasilitas kesehatan agar memperhatikan ketersediaan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para tenaga medis dan kesehatan, serta juga memberikan tes rutin untuk mengetahui status kondisi kesehatan terkini para pekerja medis dan kesehatan.

“Perlindungan bagi tenaga medis dan kesehatan ini adalah mutlak diperlukan karena dalam situasi masyarakat yang abai protokol kesehatan dan seharusnya berada di garda terdepan dalam penanganan pandemi ini, namun kami (para tenaga kedis dan kesehatan) kini bukan hanya menjadi garda terdepan namun juga benteng terakhir,” pungkas Adib.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar