Anggaran Dasar Front Persatuan Islam Sama dengan FPI, Lalu Apa Bedanya?

  Senin, 04 Januari 2021   Rizma Riyandi
FPI

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi baru Front Persatuan Islam bakal sama dengan FPI yang sudah dibubarkan, 30 Desember lalu. Namun soal logo dan kepengurusan masih dibentuk dan dibicarakan.

Dilansir dari Beritajatim.com, Hal itu dikatakan Kuasa Hukum Front Pembela Islam (FPI) Aziz Yanuar. Hanya aja sejumlah anggota FPI memang sudah mendeklarasikan lahirnya organisasi tersebut.

Adapun, kata Aziz, sejauh ini mereka masih terus membahas dan menyepakati sejumlah hal berkaitan dengan organisasi.

“AD/ART (Front Persatuan Islam) sama dengan Front Pembela Islam kemungkinan,” ujar Aziz Yanuar seperti dikutip suarabogor.id jaringan beritajatim.com, Senin  (4/1/2021)

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Hal yang memantik rasa penasaran berikutnya tentu berkaitan dengan siapa saja nama pengurusnya. Terkait hal ini, Aziz menyatakan belum diputuskan secara resmi. Andaipun ada sejumlah nama terkait kepengurusan yang beredar di publik, dipastikan bukanlah sebenarnya.

“Belum ada resmi. Kalau ada itu hoax,” kata Aziz lagi.

Lalu bagaimana dengan logo, visi-misi dan hal lainnya. Aziz kemudian buka suara kembali. Kata dia, belum bisa dijelaskan bagaimana struktur organisasi dari Front Persatuan Islam ini.

“(Belum diumumkannya) karena belum disepakati dan diputuskan,” kata dia.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Sementara itu, Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menyinggung lahirnya Front Persatuan Islam. Dirinya menyebut ada syarat agar ormas ini bisa diterima masyarakat luas.

Syarat itu berkaitan dengan perangai organisasi. Sebab jika tabiat dahulu tak diubah, akan sulit bagi ormas ini akan membesar seperti halnya FPI yang dahulu.

“Kita lihat saja, dan saya juga ingin mengunderline mereka harus menampilkan politik yang elegan, yang santun, yang mematuhi hukum. Jangan melakukan kegiatan menggantikan fungsi polisi dan penegakan hukum,” katanya disitat di saluran Youtube-nya, Minggu 3 Januari 2021.

Andaipun di kemudian hari jika masih ada hal yang demikian, kata dia, tak perlu ditiru. Dan pemimpin organisasi harus peringatkan hal penting itu kepada para anggotanya. Termasuk tidak lagi melakukan persekusi, terutama kepada ulama yang berbeda pendapat.

Lebih jauh, Refly memandang sebenarnya FPI sudah berubah menjadi ormas besar sejak 2016 lalu. Itu ditandai dengan masuknya FPI dalam kancah perpolitikan Jakarta. Kata Refly, FPI terlibat memperkarakan Basuki Tjahaja Purnama saat itu, karena dianggap salah berpidato.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar