Usai Bertugas, Anggota Satpol PP Surabaya Malah Jadi Korban Pengeroyokan

  Senin, 04 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi--Kekerasan (Pixabay)

GENTENG, AYOSURABAYA.COM -- Nasib nahas dialami salah seorang anggota Satpol PP Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya. Pasalnya, pria yang diketahui berinisial SP manjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah orang tak dikenal.

Hal tersebut dibenarkan Kapolsek Bubutan Surabaya, AKP Bambang Prakoso pada Senin (4/1/2021) saat dikonfirmasi AyoSurabaya.com via seluler.

Bambang mengatakan, pengeroyokan itu terjadi pada Sabtu (2/1/2021) lalu. Ia mengatakan, korban mulanya melihat para pemuda yang tak dikenal di Traffic Light Dupak berkerumun.

AYO BACA : Ini Dia Ponsel Antibakteri Pertama di Dunia

Untuk kronologi kejadian, Bambang menjelaskan terjadi sekitar pukul 15.30 WIB di area traffic light Dupak, Surabaya. Kala itu korban mengendarai sepeda motor, tanpa sebab yang jelas, segerombolan pemuda mengeroyoknya. Lantaran merasa dipojokan, korban mengeluarkan sebuah tongkat untuk membubarkan para pemuda yang hendak menyerangnya.

Data yang dihimpun AyoSurabaya.com menyebutkan, korban kala itu dalam status bebas tugas atau usai melaksanakan tugas menjaga pos di perbatasan Romokalisari Surabaya. Korban hendak ke Markas Komando (Mako) Satpol PP Pemkot Surabaya untuk absen finger print lantaran korban shift pertama hingga 15.00 WIB.

Ketika dikawasan Traffic Light Dupak, korban melihat segrombolan dua kelompok pemuda. Saat itu, korban didekati sekelompok pemuda pengamen. Tanpa sebab, korban dihujami pukulan oleh para pemuda itu.

AYO BACA : Dokter: Jangan Olahraga Berlebihan Saat Pandemi

Merasa kalah jumlah, korban turun dari motor. Kepada pimpinannya, ia mengaku kunci sepeda motor miliknya hendak diambil kelompok pemuda itu. Lalu, mengambil korban mengambil tongkat button dan melawan segerombolan pemuda itu.

Beruntung, korban tak mengalami luka serius. Bambang menuturkan korban hanya mengalami luka gores pada bagian punggung memar akibat pukulan dan lutut kaki memar. "Yang bersangkutan (korban) sudah dimintai keterangan. Cuma memar iya, tapi kami mintakan visum," beber polisi dengan balok tiga dipundaknya itu.

Bambang menegaskan, hingga saat ini pihaknya masih mengumpulkan sejumlah data perihal kejadian itu.

Terpisah, Kasat Pol PP Pemkot Surabaya Eddy Christijanto membenarkan kejadian itu. "Iya mas benar,” singkat Eddy.

AYO BACA : Cegah Covid-19 dengan Konsumsi Kunyit! Perhatikan Khasiat dan Cara Mengolahnya

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar