Dihantam Pandemi, Kedelai di Jatim Alami Defisit Ribuan Ton

  Senin, 04 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi kedelai sebagai bahan baku tahu
SURABAYA, AYOSURABAYA.COM - Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur menyebut kedelai mengalami defisit.
 
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur Hadi Sulistyo. Hadi menuturkan produksi kedelai pada 2020 berada pada kisaran 57.235 ton. 
 
Padahal, kebutuhan di masyarakat mencapai 96.235 ton dalam setahun. Dengan kata lain, Jatim mengalami defisit sekitar 39.000 ton. Defisit tersebut berlangsung sepanjang 2020.
 
Hadi mengatakan, produksi kedelai selalu defisit setiap tahunnya lantaran kedelai adalah tanaman sub tropis. Dalam proses penanaman, membutuhkan biaya yang cukup besar. Tak heran, banyak petani yang beralih ke tanaman komoditas lain, misalnya jagung dan padi.
 
Menurutnya, bagi petani, menanam tanaman jagung dan padi lebih menguntungkan lantaran pada tingkat biaya usaha tani dari  pada kedelai yang kurang mendapatkan  intensif dari pemerintah.
 
"Komoditas kedelai masih cukup besar ketergantungannya terhadap impor," katanya, Senin (4/1/2021).
 
Berdasarkan data Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Disperindag Jatim, harga konsumen kedelai impor berada pada kisaran Rp 9.821 per kilogramnya. Tapi, harga kedelai lokal mencapai Rp 9.409 per kilogram.
 
Parahnya, situasi ini semakin rumit akibat gelombang kedua Covid-19 di berbagai negara produsen kedelai merebak. Hadi pun mengakui hal tersebut menjadi salah satu penyebab kelangkaan dan terhambatnya pasokan impor kedelai ke Indonesia.
 
Di Indonesia, lanjut Hadi, distribusi antar wilayah mengalami hambatan akibat sejumlah pembatasan guna menekan angka penyebaran Covid-19. Hadi menegaskan hendak berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk mengatasi permasalahan itu.
 
Hadi menjelaskan, Pemprov Jatim juga akan melakukan kerja sama perluasan area tanam. Pihak Hadi juga akan mensosialisasikan pola tumpang sari kepada para petani dengan harapan para petani bersedia menanam kedelai. Hadi mengaku akan mendorong para produsen olahan kedelai agar menggunakan kedelai lokal.

  Tags Terkait

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar