SDM Kesehatan Jadi Prioritas Pertama Vaksin di Jatim

  Selasa, 05 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ilustrasi vaksin Covid-19.(Ayobandung.com)

SURABAYA, AYOSURABAYA.COM - Setibanya vaksin Covid-19 di Surabaya pada Senin (4/1/2021) siang, Dinas Kesehatan (Dinkes) Jawa Timur masih menanti surat izin dari Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM). 

Vaksin sebanyak 77.760 vaksin Covid-19 pada gelombang pertama itu pun masih disimpan Dinkes Jatim di Cold Chain untuk menjaga sterilisasi dan suhu agar tidak rusak.

Perihal tersebut, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan vaksin produksi PT Bio Farma itu diprioritaskan untuk Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan. Ia menuturkan, bila satu orang harus menjalanivaksinasi dua kali, maka pada tahap pertama hanya 38.880 SDM kesehatan Jatim yang memperoleh jatah vaksin. 

"Prioritas tahap pertama ini adalah untuk SDM kesehatan. Nah tahap pertama ini, vaksin yang kami terima berjumlah 77.760," tulis Khofifah dalam keterangan resmi yang diterima AyoSurabaya.com, Selasa (5/1/2021).

"Artinya, distribusi vaksin tahap pertama cukup untuk 38.880 orang," lanjutnya

Padahal, jumlah SDM kesehatan di Jatim kini sebanyak 196.459 orang. Khofifah menyebut vaksin Covid-19 tahap pertama baru cukup untuk 19,79 persen SDM kesehatan di Jatim

Khofifah pun menyatakan SDM kesehatan seyogyanya menjadi target atau prioritas pertama dalam distribusi vaksin tahap pertama tersebut. Pasalnya, para tenaga kesehatan (nakes) disebut Khofifah menjadi garda terdepan dalam pelayanan, penanganan, hinhga penanggulangan virus asal Wuhan, Hubei, China itu. 

Dalam pemberitaan sebelumnya, ribuan vaksin Sinovac milik PT Bio Farma tiba di Kantor Dinkes Jatim, tepatnya di Jalan Ahmad Yani Surabaya pada Senin (4/1/2021) siang sekitar pukul 11.00 WIB.

Dalam perjalanan, vakain tersebut mendapat pengawalan ketat dari pihak Polrestabes Surabaya dan Polda Jatim. Setibanya di Kantor Dinkes Jatim, ribuan vaksin itu lantas dimasukan ke dalam Cold Chain untuk proses penyimpanan guna menjaga suhu dingin vaksin sembari menunggu surat izin dari BBPOM.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar