Nyabu di Kamas Kos, Pria Ini Diganjar 4 Tahun Penjara

  Selasa, 05 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
ilustrasi hukuman penjara. (Freepik)

SAWAHAN, AYOSURABAYA.COM -- Terdakwa Arif Rianto tertunduk lesu usai mendengar putusan dari Majelis Hakim pada Selasa (5/1/2021) siang. Sebab, Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya yang diketuai Sutarno memutuskan Arif empat tahun penjara.

Ketika sidang, Sutarno mengatakan Arif terbukti bersalah secara sah dan meyakinkan melanggar tindak pidana Pasal 112 ayat (1) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Usai menjatuhi hukuman vonis terhadap terdakwa, majelis hakim sempat menyampaikan denda dan hak terdakwa.

“Bagaimana dengan putusan empat tahun dan denda Rp800 juta?" tanya Hakim Sutarno kepada terdakwa.

"Bila tidak bisa membayar denda, sebagai gantinya dihukum satu bulan. Terdakwa punya hak banding atau pikir-pikir,” lanjutnya saat berada di Ruang Sidang Garuda 1 PN Surabaya.

“Saya terima yang mulia dan janji tak akan mengulangi lagi,” jawab warga yang tinggal di indekos Jalan Juwingan I Surabaya tersebut.

Putusan itu lebih ringan dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siska Christina yang menuntutnya dengan hukiman lima tahun penjara dan denda Rp800 juta subsidair tiga bulan. Namun, Siska menyatakan terima dengan putusan ketua majelis hakim.

“Waktu itu sabunya saya pakai sendiri yang mulia,” aku terdakwa di sela-sela sidang, melalui video telekonferensi.

Arif Rianto diketahui terbukti menyimpan sabu 0,38 gram dalam kamar kosnya. Barang haram itu dia akui memang miliknya dan kerap dikonsumsi seorang diri.

Saat ditangkap, Rian mengaku membeli satu poket sabu itu dari seseorang yang disebutnya dengan Gojek yang telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO). Rian mengaku, serbuk putih itu ia beli seharga Rp200 ribu.

Usai sidang, Rian digelandang kembali digiring menuju ruang tahanan PN Surabaya sembari tertunduk lesu.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar