Polres Pelabuhan dan Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya Gagalkan Penyelundupan 7,2 Kg Sabu

  Kamis, 07 Januari 2021   Praditya Fauzi Rahman
Ekspose pelaku penyelundupan narkotikan jaringan internasional di Surabaya. (Ayosurabaya.com/istimewa)

TANJUNG PERAK, AYOSURABAYA.COM -- Kasus penyedulupan narkotika jaringan internasional di Surabaya kembali diungkap polisi. Kali ini, Polres Pelabuhan Tanjung Perak bekerjasama dengan Bea Cukai Tanjung Perak telah mengungkap kasus penyedulupan narkotika tersebut.

Saat press release, satu orang tersangka berinisial SR dan menyita 7,2 kilogram narkotika jenis sabu yang disimpan dalam tabung 1 kompresor dihadirkan.

Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Ganis Setyaningrum mengatakan, tersangka merupakan warga Kecamatan Ketapang, Kabupaten Sampang, Madura. Sementara kasus diungkap bermula saat Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak menerima informasi dari petugas Bea Cukai Tanjung Perak tentang adanya pengiriman paket, yakni 2 kardus mencurigakan melalui ekspedisi.

"Ini penyelundupan narkoba jaringan internasional," ujarnya, Kamis (7/1/2021).

Penangkapan terhadap tersangka berusia 29 tahun itu berawal saat personelnya petugas melakukan menyelidikan dan control delivery paket narkotika. Ketika itu, narkotika jenis sabu tersebut disimpan dalam tabung kompresor ke alamat tujuan Pamekasan. Seketika itu juga personel Ghanis dan Bea Cukai mengkrosceknya.

Usai mendapati kebenaran informasi itu pada Kamis (24/12/2020) lalu, petugas gabungan lantas menemukan delapan kantong sabu beserta sejumlah handuk dan pakaian bekas. SR pun langsung ditangkap.

Selanjutnya, SR digelandang ke Satresnarkoba Polres Pelabuhan Tanjung Perak untuk diproses lebih lanjut.

Ganis memaparkan, pihaknya telah mengamankan SR yang ternyata bertugas sebagai kurir. Berdasarkan pengakuan SR, ia menyatakan aksinya dilakukan sesuai perintah tersangka lain berinisal HV yang saat ini masih dalam pencarian polisi dan telah masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).

"Barang buktinya ini berasal dari Malaysia yang ditujukan ke Madura dengan menggunakan jalur laut," beber Ganis.

Kini, SR harus mendekam dibalik sel tahanan Polres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya untuk mempertanggungawabkan perbuatannya.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar