Cara Ampuh Turunkan Berat Badan dengan 5 Hal Ini

  Jumat, 08 Januari 2021   Adi Ginanjar Maulana
Ilustrasi makan saat diet.(Pixabay)

AYOSURABAYA.COM--Stres merupakan salah satu hal yang paling banyak dialami orang. Dari sana mereka, biasanya tidak menyadari berat badannya bertambah.

Namun, banyak cara menurunkan berat badan yang dijabarkan para ahli. Meski demikian, tidak banyak dari mereka yang berhasil menerapkannya.

Sarah Marion, PhD, direktur penelitian sindikasi di Murphy Research di Seattle, mengatakan, sebanyak 95 persen orang dewasa berpikir tentang manajemen berat badan. Setidaknya, untuk beberapa waktu.

"Pada waktu tertentu tahun ini, 53 persen orang dewasa di AS (berusia 18 tahun ke atas) memberi nilai C, D atau F untuk mengatur berat badan mereka," kata Sarah Marion kepada TODAY, dilansir Kamis (7/1/2021).

Sebenarnya, dalam upaya penurunan berat badan hanya diperlukan upaya yang saling berkesinambungan. Artinya, berbagai cara tersebut tidak dapat berdiri sendiri.

Berikut lima prinsip yang perlu diterapkan dan diingat untuk mencapai penurunan berat badan.

Kebiasaan makan sehat

Makan lebih banyak sayuran, nikmati sebagian besar makanan utuh, dan batasi jumlah gula tambahan, serta makanan olahan. Sayuran memainkan perannya dengan memungkinkan tubuh mengisi lebih banyak makanan tanpa terlalu banyak kalori.

Prinsip ini disebut volumetrics, dan menghasilkan defisit kalori yang dibutuhkan untuk menurunkan berat badan. Hal ini fokus pada pembatasan kalori sehingga menyebabkan kita tidak merasa terlalu lapar.

Tujuan makan

Untuk menurunkan berat badan, ada gunanya untuk membedakan antara rasa lapar emosional dan fisik. Apabila makan menjadi cara utama untuk menangani emosi atau stres, hal itu dapat menyebabkan makan berlebihan, merusak kesehatan mental, dan mempersulit pengelolaan berat badan.

Langkah pertama untuk menghentikan kebiasaan ini adalah mengidentifikasi pemicu emosional, apakah kebahagiaan, kesedihan, amarah, ketakutan, stres, kebosanan, atau perasaan lainnya. Langkah selanjutnya mencari alternatif makan saat perasaan ini muncul. Misalnya, jika merasa stres atau marah, mungkin ada gunanya membakar sebagian emosi negatif dengan berjalan-jalan.

Miliki sikap "Saya mengerti"

Seberapa yakin seseorang dapat membuat beberapa perubahan sehat pada kebiasaan makan, akan berpengaruh pada hasilnya. Studi menunjukkan bahwa sikap "Saya mengerti", yang dikenal dalam dunia ilmu perilaku sebagai efikasi diri, berkorelasi dengan perubahan perilaku yang mendorong penurunan berat badan.

Orang-orang dengan sikap ini dapat pulih lebih cepat ketika mereka mengalami kemunduran. Hal ini membuat mereka lebih mungkin untuk menurunkan berat badan dan mempertahankan hasilnya.

Atasi stres dan masalah tidur

Menurut survei Stress in America 2020 yang dilakukan oleh American Psychological Association (APA), hampir 80 persen orang Amerika mengatakan pandemi Covid-19 adalah sumber stres dalam hidup mereka. Lebih dari dua pertiga mengatakan tingkat stres meningkat selama periode ini.

Saat tingkat kewalahan meningkat drastis, tubuh memompa keluar kortisol, hormon yang terbukti menimbulkan nafsu makan dan menyebabkan keinginan akan makanan cepat saji. Mungkin itu sebabnya 86 persen dari mereka yang disurvei oleh Researchscape International melaporkan kesulitan menolak junk food pada tahun 2020. Untuk itu, penting mengelola stres dan memperbaiki tidur sebelum menurunkan berat badan.

Olahraga bijak

Olahraga sangat baik untuk banyak hal, termasuk menghilangkan stres dan mendukung tidur yang lebih nyenyak. Tidak sekadar bertujuan untuk menurunkan berat badan, olahraga tetap penting bagi individu unthk menjaga kesehatannya.

Meskipun masuk akal bahwa olahraga akan menurunkan berat badan, pada kenyataannya, hal itu membuat lebih lapar. Bahkan, bisa mendorong makan lebih banyak untuk mengganti kalori yang terbakar.

Berkeringat selama satu jam enam kali sepekan bukanlah waktu yang tepat bagi semua orang. Kesampingkan gagasan berolahraga untuk menurunkan berat badan, dan sebaliknya, temukan cara berolahraga yang membuat diri merasa baik. Itu akan membuat kebiasaan olahraga lebih mungkin bertahan dalam jangka panjang.

   Ayo Bagikan!
Ayo Respon
   Komentar

Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pribadi seperti diatur dalam UU ITE

Komentar